Bengkalis, Tren24reportse.com – Upaya pencegahan dan penanganan penyebaran penyakit mematikan Jembrana pada ternak sapi digencarkan di Desa Bathin Betuah, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Petugas kesehatan hewan turun langsung melakukan vaksinasi massal menyusul adanya laporan kematian ternak akibat virus tersebut.
Kegiatan vaksinasi dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026, mulai pukul 08.30 WIB. Tim yang dipimpin oleh drh. Puja dan Edi Wahyudi dari Puskeswan Mandau ini menargetkan vaksinasi terhadap 100 ekor sapi milik kelompok tani maupun warga sekitar.
Langkah ini diambil sebagai respons darurat karena penyakit Jembrana diketahui memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi dan sudah mulai menyebar di wilayah tersebut. Beberapa sapi milik warga dilaporkan mati terserang virus yang menyerang spesifik sapi bergenetik Bali ini.
“Penyakit Jembrana disebabkan oleh virus yang hanya menyerang sapi dengan genetik Bali. Penularannya sangat cepat melalui perantara lalat,” jelas drh. Puja saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, ketika lalat mengisap darah sapi yang sakit, kemudian berpindah ke sapi yang sehat, maka virus akan langsung menular. Hingga saat ini, penyakit ini belum memiliki obat penyembuh, sehingga pencegahan menjadi kunci utama.
“Kalau sudah terkena, tidak ada obatnya. Kita hanya bisa mencegah dengan vaksin dan menjaga kebersihan. Tanda-tandanya sangat jelas, sapi akan mengalami demam tinggi, berak darah, hingga muncul keringat berwarna darah di sekujur tubuh. Selain itu, kelenjar di leher hingga selangkangan akan membengkak,” tambahnya.
Oleh karena itu, selain pemberian vaksin, petugas juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kebersihan kandang dan menghindari perkembangbiakan lalat, misalnya dengan cara mengasapi kandang secara rutin.
Masyarakat juga dihimbau untuk berhati-hati jika ingin membeli atau memindahkan sapi dari luar daerah. “Pastikan asal-usul sapi jelas dan berasal dari daerah yang bebas Jembrana,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini merupakan program pemerintah yang didukung dengan ketersediaan 200 dosis vaksin. Seratus dosis digunakan untuk tahap pertama, dan sisanya disiapkan untuk dosis pengulangan atau booster guna memastikan kekebalan tubuh sapi terbentuk sempurna.
Diharapkan dengan adanya vaksinasi ini, penyebaran virus dapat segera dihentikan dan aset ternak warga bisa terlindungi dari ancaman kematian massal. (Sunardi)
More Stories
SMAS Teladan Way Jepara Bagikan Rapor, Ratusan Siswa Naik Kelas Tanpa Kendala
Pemkab Lampung Timur Pastikan Pengobatan Balita Korban Luka Bakar 70%, Seluruh Biaya Ditanggung BPJS
Jepara Terima LHP BPK WTP ke-16, Ketua DPRD: Kesejahteraan Masyarakat Tetap Harus Jadi Tujuan Utama