27 April 2026

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Wakil Ketua DPRD Demak: Jalan Tol Pantura Jadi Solusi Atasi Rob dan Abrasi

Spread the love

 

Demak, Tren24reportase.com — Persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Demak kembali menjadi perhatian. Kondisi geografis daerah yang berupa dataran rendah menjadikan wilayah ini rentan terhadap banjir, baik akibat kiriman air dari daerah hulu maupun banjir rob yang disebabkan oleh pasang air laut.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Demak, Maskuri, mengatakan pemerintah daerah sebenarnya telah melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi banjir, terutama sejak musim kemarau. Upaya tersebut dilakukan berdasarkan pengalaman cuaca ekstrem yang hampir terjadi setiap tahun di wilayah Demak.

“Sebetulnya antisipasi Pemerintah Demak itu sudah sejak musim kemarau. Pengalaman musim ekstrem setiap tahun sudah ada, seperti tanggul jebol dan banjir,” ujar Maskuri saat ditemui di Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, banjir yang terjadi di Demak umumnya disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama, kiriman air dari wilayah hulu seperti Purwodadi dan Boyolali. Kedua, banjir rob akibat air laut pasang yang masuk ke kawasan pesisir.

Selain faktor alam tersebut, pengelolaan sungai yang menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta pengawasan oleh Balai Besar Wilayah Sungai dinilai masih belum optimal. Kondisi itu menyebabkan masyarakat Demak kerap menjadi pihak yang paling terdampak ketika banjir melanda.

Meski demikian, Maskuri optimistis kondisi Demak akan membaik di masa mendatang. Ia menilai rencana pembangunan infrastruktur strategis berupa jalan tol di jalur Pantura dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan rob dan abrasi di kawasan pesisir.

Menurutnya, pembangunan jalan tol Pantura yang direncanakan hingga wilayah Gresik merupakan terobosan penting dalam upaya penanganan banjir rob di kawasan pesisir utara Jawa.

“Jalan tol Pantura menjadi sebuah terobosan dan bisa menjadi solusi dari persoalan rob dan abrasi,” kata Maskuri yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Demak.

Selain menyoroti pembangunan infrastruktur, Maskuri juga menyinggung dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap penciptaan lapangan kerja. Secara nasional, program tersebut diperkirakan mampu menyerap lebih dari satu juta tenaga kerja.

Di Kabupaten Demak sendiri, keberadaan sekitar 140 SPPG yang masing-masing mempekerjakan puluhan orang dinilai mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Tenaga kerja yang terlibat meliputi asisten lapangan, karyawan, hingga relawan yang bertugas dalam proses persiapan, memasak, pemorsian, hingga distribusi makanan.

Tak hanya itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi juga turut merasakan manfaat karena produk mereka dimanfaatkan untuk mendukung operasional program tersebut.

Maskuri berharap berbagai program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat dapat terus berjalan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung masa depan generasi muda Indonesia.  (Parno)

About Post Author