18 Mei 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Putusan Sidang Propam Tuduhan Pelecehan Seksual oleh Bripka IS Tidak Terbukti

Spread the love

Palembang | Tren24reportase.com – Oknum Polisi yang bertugas di Mapolres Lahat, Bripka IS (39) dilaporkan narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI) berinisial FP (59) ke Propam Polda Sumatera Selatan (Sumsel) atas dugaan pelecehan seksual terhadap IN (20) istri FS.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Toni Harmanto melalui Kabid Humas, Kombes Pol Supriadi, Senin (13/12/2021) mengatakan, Bripka IS telah menjalani sidang di Propam Polda Sumsel, Senin (13/12/2021). Dalam pemeriksaan tersebut, tuduhan yang dilayangkan FP tidak terbukti.

“Dari hasil sidang yang dilakukan didapatkan fakta bahwa Bripka IS tidak melakukan hal yang dituduhkan, melainkan memiliki hubungan pacaran dengan IN,” ujarnya.Keduanya menjalin hubungan usai ditalak tiga oleh FP melalui rekaman suara yang dikirimkan ke WhatsApp IN.

“Antara FP dan IN sudah tidak ada hubungan lagi karena FP melalui rekaman suara menalak tiga istri sirinya IN yang dikirimnya melalui WhatsApp pada September 2021 lalu,” katanya.

Bripka IS dan IN disebut telah memiliki hubungan asmara, serta tidak ada paksaan untuk melakukan hubungan badan seperti yang terjadi di salah satu hotel di Palembang. Kejadian itu sendiri saat Bripka lepas dinas pada 27 September 2021 lalu.

“Ketika itu mereka ini niatnya hendak ke Palembang untuk membesuk teman IN tapi kemalaman hingga menginaplah di sebuah hotel di Palembang,” aku dia.

Selain itu, lanjut dia mengatakan, bahwa dari keterangan Bripka IS juga tidak ada perkataannya akan memindahkan FP ke Nusa Kambangan karena FP bukan tahanan Polres melainkan narapidana Lapas Tanjung Raja, Kabupaten OI.

“Semua itu dibantah Bripka IS dengan beberapa bukti yang menguatkannya sehingga Bripka IS bisa melaporkan balik FB atas dugaan pencemaran nama baik,” bebernya.

Sedangkan dari hasil sidang yang dijalani Bripka IS didapatkan kalau yang bersangkutan melanggar kode etik Polri dan mencoreng nama Institusi Polri karena Bripka IS sudah memiliki Istri saat berpacaran dengan IN.

“Dari itulah Bripka IS dari hasil sidang yang saya terima bahwa dia (Bripka IS,red) dijatuhi hukuman disiplin dengan hukuman berupa penempatan dalam tempat khusus selama 21 hari dan penundaan mengikuti pendidikan selama satu periode dengan masa pengawasan mulai 13 Desember 2021 hingga 13 Juni 2022,” tutupnya. (Agus)