29 Oktober 2026

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

PHE OSES Perkuat Kolaborasi Pelestarian Ekosistem Mangrove Pesisir Lampung Timur

Spread the love

Lampung Timur, Tren24reportase.com – PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dan para pemangku kepentingan mengembangkan demplot mangrove seluas dua hektare di Dusun V, Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, sebagai upaya bersama melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan banjir rob.

Peresmian demplot tersebut dilaksanakan pada awal September 2026 melalui penanaman bibit mangrove secara simbolis oleh Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah. Kegiatan juga dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI‑Polri, civitas akademika UNU Lampung, serta perwakilan PHE OSES dan mitra perusahaan.

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyatakan mangrove berfungsi sebagai benteng alami untuk mengurangi dampak abrasi dan banjir rob di wilayah pesisir. Menurutnya, pelestarian mangrove perlu disertai penguatan komunitas lingkungan dan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi.

“Kita akan jadikan kawasan mangrove ini sebagai pelindung, salah satunya untuk membantu meminimalisir banjir rob yang sering terjadi. Selain itu, komunitas‑komunitas mangrove harus dihidupkan kembali. Kami akan bina ekosistem mangrove dan tata kelola sampahnya secara terintegrasi,” ujar Ela.

Ia memberikan apresiasi kepada PHE OSES dan mitra perusahaan atas dukungan konservasi di Labuhan Maringgai, menekankan sinergi lintas sektor penting agar program tidak hanya berhenti pada acara seremonial saja.

“Alhamdulillah, ini bukan hanya upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Timur saja, tetapi ada peran serta dari PHE OSES. Terima kasih atas kontribusi nyata dalam melestarikan hutan bakau demi menjaga ekosistem pesisir di Labuhan Maringgai,” tuturnya.

Head of Communication Relations & CID PHE OSES Danya Dewanti menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan pesisir merupakan bagian komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat. Ia menegaskan keberhasilan konservasi memerlukan kerja sama berkelanjutan antara perusahaan, pemerintah daerah, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami percaya bahwa upaya memperkuat ekosistem pesisir akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan apabila dilakukan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan. Melalui inisiatif ini, kami berharap mangrove dapat tumbuh menjadi benteng alami pesisir sekaligus mewariskan lingkungan pesisir yang lebih lestari bagi generasi mendatang,” ujar Danya.

Dalam jangka panjang, pemerintah daerah juga merencanakan penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk mengolah sampah pesisir menjadi bahan bakar alternatif, guna mendukung tata kelola lingkungan yang terpadu. Demplot mangrove Muara Gading Mas diharapkan menjadi kawasan percontohan konservasi sekaligus sarana edukasi masyarakat untuk merawat ekosistem pesisir.   (Decxy)

About Post Author