Demak, Tren24Reportase.com – Sejumlah warga Desa Jatirogo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengadukan aktivitas penggilingan padi yang berada di tengah permukiman kepada DPRD Kabupaten Demak. Warga mengeluhkan debu dari aktivitas penggilingan yang masuk ke rumah-rumah setiap hari dan diduga mengganggu kesehatan, terutama menyebabkan gangguan pernapasan.
Keluhan tersebut disampaikan warga saat audiensi bersama Komisi C DPRD Kabupaten Demak di ruang Komisi C DPRD Demak, Selasa (18/8/2026).
Salah satu warga, Khoirul Umam, mengatakan debu sekam dari aktivitas penggilingan masuk ke rumah warga. Selain membuat lingkungan kotor, kondisi tersebut menurut warga juga menyebabkan gatal-gatal dan keluhan pada pernapasan.
“Dampaknya debu masuk ke rumah, debu sekam masuk ke rumah. Terus gatal-gatal, masalah pernapasan juga,” ujar Khoirul usai audiensi.
Khoirul mengatakan, aktivitas penggilingan padi tersebut telah berjalan sekitar tujuh tahun. Namun, dampak debu telah dirasakan warga selama bertahun-tahun. Warga mengaku sebelumnya telah dua kali menyampaikan laporan terkait persoalan tersebut, tetapi belum mendapatkan solusi yang dianggap memadai.
Menurutnya, sekitar 10 rumah di lingkungan sekitar penggilingan terdampak debu. Kondisi tersebut semakin dikeluhkan karena jarak antara bangunan penggilingan dengan rumah warga sangat berdekatan, bahkan ada yang hanya berjarak sekitar setengah meter hingga satu meter.
“Penggilingan padi itu dekat dengan rumah, berdempetan. Ada yang satu meter, ada yang setengah meter,” katanya.
Khoirul menegaskan, warga tidak terlalu mempermasalahkan suara mesin penggilingan. Persoalan utama yang dikeluhkan adalah debu yang dinilai mencemari udara dan masuk ke dalam rumah sehingga mengganggu kenyamanan serta kesehatan warga.
“Harapan sendiri yang penting kita hidup di lingkungan itu aman. Kita sudah berjuang bertahun-tahun, tetapi belum ada solusi,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah dapat mencari solusi agar aktivitas penggilingan padi tidak lagi menimbulkan dampak terhadap permukiman. Jika penggilingan tersebut tetap diperbolehkan berdasarkan perizinan yang berlaku, warga meminta adanya langkah pengendalian dampak serta jaminan perlindungan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Demak, Ulin Nuha, mengatakan audiensi tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan keluhan terkait dampak operasional penggilingan padi yang berada di tengah permukiman.
Menanggapi keluhan tersebut, Komisi C merekomendasikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan kondisi riil di lapangan dan mencocokkannya dengan keterangan yang disampaikan warga maupun pemilik usaha.
“Rekomendasi hari ini, yang pertama OPD terkait bisa langsung sidak ke lokasi supaya detailnya, riilnya itu sesuai dengan apa yang disampaikan,” kata Ulin.
Menurut Ulin, apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran atau persyaratan yang belum dipenuhi, salah satu opsi terberat yang dapat diberikan adalah penghentian sementara operasional penggilingan.
Penghentian tersebut dapat dilakukan hingga pemilik memenuhi seluruh persyaratan yang diwajibkan, termasuk aspek perizinan dan ketentuan lingkungan.
Pemilik penggilingan, Slamet, disebut telah menyatakan siap menerima keputusan maupun rekomendasi dari pemerintah.
Hasil sidak nantinya akan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan langkah selanjutnya. Sejumlah OPD akan dilibatkan dalam pemeriksaan tersebut, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinputaru), instansi terkait perizinan, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Nanti untuk memberikan rekomendasinya kepada kami, kemudian baru kita putuskan hasilnya,” terang Ulin.
Dengan adanya pemeriksaan langsung tersebut, DPRD Demak berharap persoalan debu penggilingan padi dapat segera memperoleh solusi, terutama untuk memastikan warga yang tinggal di sekitar lokasi tidak terus mengalami gangguan akibat aktivitas penggilingan. (Parno)
More Stories
Meriah dan Penuh Warna, Pawai Budaya Semarakkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat
Hujan Gerimis Warnai Upacara HUT ke-81 RI, Semangat Kemerdekaan Tetap Berkobar di Tanjab Barat
Bupati Anwar Sadat Pimpin Tabur Bunga di Sungai Pengabuan, Berbagi Sembako dan Bendera kepada Nelayan