Demak, Tren24reportase.com – Pemerintah daerah bersama Forkopimda dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terus memantau penanganan dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak dan sekitarnya. Koordinasi juga dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Grobogan guna mempercepat perbaikan infrastruktur serta penanganan aliran sungai.
Salah satu perhatian utama adalah patahan jalan yang menghubungkan Demak, Grobogan hingga ke arah Semarang. Pemerintah memastikan penanganan segera dilakukan agar jalur tersebut dapat dilalui masyarakat saat arus mudik Lebaran.
“Sudah dikoordinasikan dan insyaallah langsung ditindaklanjuti. Targetnya saat Lebaran nanti bisa dilalui masyarakat,” ujar Bupati Demak Eisti’anah usai rapat paripurna ke-5 masa sidang kesatu di ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Demak, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, kondisi genangan di wilayah jebolan tanggul di Kebonagung kini telah surut. Warga yang sebelumnya mengungsi, terutama lansia di Desa Kebonagung serta sebagian warga Desa Pilangwetan, mulai kembali ke rumah masing-masing seiring membaiknya situasi.
“Air sudah surut di wilayah jebolan di Kebonagung. Kemarin masyarakat yang mengungsi di Desa Kebonagung, kemudian yang di Desa Pilangwetan ada beberapa. Karena masih proses, insyaallah ini sudah mulai kembali,” terangnya.
Pemerintah juga terus menyalurkan bantuan logistik melalui dapur umum Dinas Sosial. Setiap hari, sebanyak 2.500 porsi makanan disiapkan untuk satu kali makan atau sekitar 7.500 porsi per hari yang didistribusikan relawan kepada warga terdampak dan pengungsi.
“Kita kemarin memberikan bantuan dan terus mendukung warga yang masih mengungsi,” ungkapnya.
Perkembangan terbaru juga terjadi di wilayah Bugel. Berdasarkan laporan camat dan kepala desa setempat, tanggul di lokasi tersebut telah ditambak dan debit air mulai menurun. Meski demikian, petugas tetap melakukan penjagaan dan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air.
Sementara itu, di Kecamatan Guntur, pemerintah telah melakukan monitoring di Sungai Cabean. Penanganan di lokasi tersebut telah ditindaklanjuti oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Pemerintah daerah juga menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menambah alat berat guna mempercepat proses perbaikan.

“Di Guntur kita kemarin sudah monitoring di Sungai Cabean, sudah ditindaklanjuti oleh BBWS juga, tetapi kami instruksikan kepada PU untuk menambah alat berat agar penanganannya lebih cepat,” ujarnya.
Aliran air, lanjutnya, dari Tlogoweru yang sebelumnya mengarah ke Desa Guntur kini berangsur normal. Air selanjutnya mengalir menuju Temuroso dan kembali ke jalur aliran sungai, sehingga tidak lagi masuk ke permukiman warga.
Terkait rencana normalisasi sungai, pemerintah daerah menyambut baik informasi dari BBWS yang menyebutkan normalisasi Sungai Babon direncanakan pada 2026 dan saat ini masih dalam tahap proses tender. Selain itu, penanganan juga direncanakan di wilayah Sayung dan Dombo, serta beberapa titik di Grobogan.
Adapun untuk Sungai Tuntang dan Sungai Cabean, sementara ini BBWS hanya akan melakukan penguatan pada titik tanggul yang jebol dan belum sampai tahap normalisasi menyeluruh. Meski demikian, pemerintah daerah telah menginstruksikan Dinas PU untuk terus berkoordinasi dengan BBWS.
Usulan pelurusan alur sungai juga sempat mencuat sebagai salah satu solusi jangka panjang. Namun, wacana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan menunggu kajian teknis dari BBWS serta tim terkait guna menentukan langkah terbaik dalam upaya pengendalian banjir ke depan. (Parno)
More Stories
Harga Sayur Anjlok, Tani Merdeka Serap Hasil Panen dan Bagikan Gratis ke Warga Demak
Ikuti Kirab Budaya Pergantian Luwur Adipati Tjitrosomo, Ketua DPRD Jepara: Bentuk Penghormatan pada Leluhur
Ketua DPRD Jepara Dukung Penuh Gerakan Cinta Kampus Jepara