22 Januari 2026

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Protes Warga Mendorong Komisi C DPRD Demak Lakukan Sidak Akses Jalan Rusak di Bantengmati

Spread the love

Demak, Tren24reportase.com – Protes warga terkait buruknya kondisi akses jalan utama menuju Desa Bantengmati, Kecamatan Mijen, mendorong Komisi C DPRD Kabupaten Demak melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Senin (24/11/2025). Jalan yang berada di perbatasan Demak–Mijen itu merupakan satu-satunya akses warga menuju pusat kecamatan dan disebut sebagai salah satu yang paling parah kerusakannya.

Ketua Komisi C DPRD Demak, Ulin Nuha, menyampaikan bahwa sidak ini merupakan bagian dari agenda pengawasan infrastruktur setelah pelaksanaan program reguler serta menjelang perubahan anggaran. Komisi C tengah melakukan pendataan ulang untuk menentukan jalan-jalan yang membutuhkan penanganan segera.

“Di Mijen ini, kita inventarisasi jalan-jalan yang memang memerlukan pembenahan atau perbaikan. Skala prioritas menjadi hal utama, dan akses menuju Desa Bantengmati ini termasuk yang harus segera ditangani karena merupakan satu-satunya akses warga menuju kecamatan,” ujarnya di lokasi.

Ulin Nuha menegaskan bahwa hasil temuan lapangan ini akan segera dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, khususnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas PUPR dan PERKIM, agar perbaikan dapat direalisasikan dalam waktu dekat. “Kami akan berkoordinasi dengan OPD untuk memastikan jalan ini menjadi prioritas utama perbaikan,” sambungnya.

Selain berfungsi sebagai jalur vital mobilitas masyarakat, Desa Bantengmati juga merupakan sentra pertanian bawang merah. Kondisi jalan yang layak sangat diperlukan untuk mendukung distribusi hasil pertanian sehingga dapat memperkuat perekonomian dan ketahanan pangan warga setempat.

Perangkat Desa Bantengmati, Ahmad Mustain, mengungkapkan bahwa jalan tersebut sudah lama tidak tersentuh perbaikan. Betonisasi terakhir dilakukan sekitar 10–15 tahun lalu, sementara kini kerusakannya semakin parah, terutama saat musim hujan. “Jalan ini sudah lama tidak diperbaiki. Kondisinya berlubang, licin, dan sangat membahayakan,” katanya.

Kerusakan jalan bahkan kerap membuat warga terjatuh dan memaksa mereka menuntun kendaraan karena medan yang sulit dilalui. Warga lainnya, Mas Nur (35), penjual kue keliling yang tiap hari melewati jalur tersebut, juga merasakan dampak besar dari kondisi jalan yang memburuk. “Jalan ini sangat licin dan membahayakan. Banyak batu dan tanah timbunan yang membuat orang sering jatuh,” ungkapnya.

Nur dan warga lainnya berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan tersebut agar keselamatan dan kenyamanan masyarakat dapat meningkat. (Parno)

About Post Author