14 Desember 2025

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Luar Biasa… Bertahun-tahun Jalan Desa Pucung Bedug Dan Petir Jadi Akses Tambang Hingga Nyaris Tak Berwujud

Spread the love

Banjarnegara, Tren24reportase.com – Dampak beroperasinya Tambang galian pasir portland bahan dasar pembuatan semen hitam yang ada diwilayah Banjarnegara cukup memprihatinkan. Salah satunya adalah lokasi tambang yang berada di dusun Gentan Desa Petir kecamatan Purwanegara Kab Banjarnegara. Hasil penelusuran investigasi awak media di lokasi pada minggu (29/6/2025) di dapati beberapa hal yang signifikan. Diantaranya di lokasi tidak di temukan adanya papan tulisan informasi yang menunjukan bahwa di situ wilayah tambang berijin.

Saat di temui awak media di lokasi tambang, Bambang Suparno selalu pemilik tambang mengatakan bahwa tambang ini belum lama beroprasi sesuai dengan ijin kontraknya luas dari tambang ini sekitar 23 hektar yang meliputi 3 desa yaitu pucung bedug. Wanadri dan desa Petir. Dan saat ini lokasi yang sudah di tambang baru sekitar 3 hektar kata bambang.

Di singgung perihal efek dari limbah cucian pasir terhadap kualitas air sungai yang menjadi keruh Bambang menjelaskan :

” itu bukan lagi tanggung jawab kami itu adalah urusan para pencuci pasir” ujar Bambang.

Di area tambang juga tidak tersedia jalan yang memang di siapkan secara khusus oleh pihak penambang sebagai akses keluar masuknya kendaraan pengangkut hasil tambang tersebut.mengingat lokasi tambang tidak jauh dari pemukiman warga. Matrial yang di bawa cukup berat dan dapat menimbulkan debu.
Namun kendaraan melalui jalan desa dan jalan usaha tani yang sudah ada. milik 2 desa yang di lalui yaitu desa petir dan desa pucung bedug. Padahal semestinya penambang menyiapkan akses jalan sendiri sehingga tidak menggunakan akses jalan umum milik warga masyarakat. Yang mana akibat muatan berat jalan menjadi rusak dan kotor berdebu.membuat masyarakat tidak nyaman .
.
Saat awak media mengkonfirmasi dengan Akhmadi kepala Desa Petir mengatakan bahwa tambang yang ada di Desanya milik pak Bambang, salah satu wakil ketua DPRD kab Banjarnegara. dan sudah lama beroperasi sebelum dirinya menjabat sebagai kades.

“Tambang itu sudah lama beroperasi sebelum saya menjabat sebagai kades”, ungkaonya.
Dan dari dulu. Truk-truk yang menggunakan akses jalan desa di wilayah Gentan untuk membawa pasir yang telah di cuci.” ujarnya.

“Memang ada kontribusi dari truk-truk berisi muatan itu yang di kumpulkan oleh warga yang di tugaskan di sana dan di serahkan ke bendahara desa. Dan menjadi PAD untuk desa kami. Namun jumlahnya tidak seberapa.” ujar Ahmadi menambahkan.

Kontribusi itu Tidak sebanding dengan kerusakan jalan dan debu yang di hasilkan. Sehingga warga harus melakukan penyiraman setiap saat untuk menghindari debu yang tebal dan bisa mengganggu pernafasan.
Meskipun masyarakat sekitar tambang bisa ikut bekerja namun tidak semuanya menjadi pekerjaan tambang. Hanya sebagian saja kata Ahmadi.

Penelusuran berlanjut ke desa Pucung Bedug. Di desa tersebut juga ada jalan usaha tani yang di gunakan untuk akses truk truk bermuatan pasir dari tambang. Saat awak media menghubungi kades Pucung Bedug Heru Sumantri, tetapi sulit di temui sebab selalu bepergian di luar kota untuk urusan lain. (Dewi/Tim)

About Post Author