Demak, Tren24reportase.com – Dua rumah milik warga di Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, diduga menjadi sasaran percobaan pembakaran oleh orang tak dikenal (OTK). Peristiwa tersebut terjadi di rumah milik Darko, warga Desa Tlogorejo, dan rumah milik Rafi, warga Desa Rejosari.
Salah satu korban, Rafi, mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi pada Selasa malam atau malam Rabu sekitar pukul 23.30 hingga 23.45 WIB. Saat kejadian, dirinya sedang bekerja di Kabupaten Kudus dan tidak berada di rumah.
“Saya waktu itu sedang bekerja di Kudus. Kemudian mendapat telepon dari paman yang mengabarkan bahwa telah terjadi pembakaran di rumah Mbah Darko. Saat itu paman langsung berpikir kemungkinan rumah saya juga menjadi sasaran,” ujar Rafi saat dirumah kediamannya. Jum’at- (5-6-2026).

Mendapat kabar tersebut, Rafi segera pulang ke rumah. Sesampainya di lokasi, ia mendapati adanya bekas kebakaran di bagian depan rumahnya.
Berdasarkan keterangan ibunya yang berada di rumah saat kejadian, kebakaran pertama kali diketahui setelah asap masuk ke dalam kamar tempat ibunya tidur. Merasa ada yang tidak beres, ibunya langsung keluar kamar dan mendapati api sudah membakar bagian pintu depan rumah.
“Menurut cerita ibu, api saat itu cukup besar dan sudah menjalar ke karpet berbahan plastik yang berada di depan rumah,” katanya.
Karena panik dan terkejut, keluarga tidak sempat mendokumentasikan kejadian maupun merekam pelaku. Upaya pemadaman dilakukan secara spontan dengan mengambil air dari kamar mandi dan menyiram titik api hingga berhasil dipadamkan.
Rafi mengaku tidak ada seorang pun dari keluarga yang melihat secara langsung pelaku yang diduga melakukan pembakaran tersebut.
Akibat kejadian itu, ibunya bersama neneknya yang berada di rumah mengalami syok. Bahkan setelah kejadian, keduanya kesulitan memberikan keterangan kepada warga yang berdatangan ke lokasi.
Peristiwa tersebut juga sempat mengundang perhatian warga sekitar dan menimbulkan keresahan di lingkungan setempat.
“Setelah kejadian warga ramai berdatangan ke sini. Suasananya cukup ramai karena masyarakat merasa khawatir,” ujarnya.
Pihak keluarga selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karangawen. Menurut Rafi, laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian hingga tingkat Polres dan Polda. (Parno)
More Stories
Korban Anak dan Dewasa Laporkan Dugaan Pelecehan oleh Oknum Tokoh Agama di Demak
Menag dan Kemenag Demak Dorong Penguatan Pesantren Hadapi Tantangan Zaman
Paripurna III DPRD Tanjab Barat, Bupati Anwar Sadat Apresiasi Sinergi Fraksi dalam Pembahasan Ranperda