Lampung Timur, Tren24reportase.com – Suasana khidmat sekaligus mengharukan menyelimuti Aula SLB Negeri Lampung Timur pada Selasa (14/04/2026). Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Lampung Timur bersama Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Lampung Timur menggelar kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang difokuskan pada perlindungan anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas P3AP2KB Lampung Timur, Titin Wahyuni, M.Pd, Kabid Perlindungan Anak Siska, Kepala SLB Negeri Lampung Timur Duwi Wahyuni, serta Ketua LPAI Lampung Timur, Decxy Vicry Angga, yang hadir sebagai narasumber utama.
Acara diawali dengan doa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti dengan penuh khidmat oleh para siswa, guru, serta orang tua murid. Suasana kemudian berubah haru saat Plt. Kepala Dinas P3AP2KB, Titin Wahyuni, menyampaikan sambutannya.
Dalam momen tersebut, ia turun langsung dari podium untuk memeluk satu per satu siswa-siswi SLB serta menyalami para orang tua murid. Tindakan ini menjadi bentuk nyata kepedulian dan dukungan moral bagi anak-anak berkebutuhan khusus beserta keluarganya.
Dalam sambutannya, Titin menegaskan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus bukanlah beban, melainkan amanah yang mulia.
“Anak-anak istimewa ini adalah titipan Allah. Jika orang tua ikhlas dan sabar dalam merawat mereka, insyaAllah balasannya adalah surga. Mereka adalah pembuka pintu nikmat dunia dan akhirat,” ujarnya penuh haru.
Ia juga menyampaikan pesan dari Bupati Lampung Timur bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menjamin perlindungan hak-hak anak, khususnya anak berkebutuhan khusus, dari berbagai bentuk kekerasan seperti kekerasan fisik, pelecehan seksual, hingga perundungan (bullying).
Sementara itu, Kepala SLB Negeri Lampung Timur, Duwi Wahyuni, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas P3AP2KB dan LPAI Lampung Timur atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut.
Sebagai narasumber, Ketua LPAI Lampung Timur, Decxy Vicry Angga, memaparkan materi strategis terkait langkah-langkah konkret dalam perlindungan anak, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Ia menekankan lima poin penting, yaitu edukasi jenis kekerasan, dampak jangka panjang terhadap fisik dan psikologis anak, teknik pencegahan termasuk edukasi bagian tubuh yang tidak boleh disentuh, sinergi antara guru dan wali murid, serta mekanisme pelaporan.
“Anak-anak di SLB merupakan kelompok yang sangat rentan. Oleh karena itu, orang tua dan guru harus menjadi benteng pertama yang kuat dalam melindungi mereka,” tegasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, di mana para wali murid menyampaikan berbagai aspirasi dan kekhawatiran mereka. Kabid Perlindungan Anak, Siska, yang bertindak sebagai moderator, menutup acara dengan merangkum poin-poin penting dari seluruh materi yang disampaikan.
Ia menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari upaya yang lebih luas dalam memperkuat gerakan perlindungan anak di Kabupaten Lampung Timur. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan mental orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta komitmen bersama untuk mewujudkan Lampung Timur sebagai Kabupaten Layak Anak yang aman, inklusif, dan ramah bagi seluruh anak tanpa terkecuali. (Decxy)
More Stories
Meriahkan HUT ke-27, Pemkab Lampung Timur Gelar Lomba Burung Berkicau “Bupati Cup 2026”
Bupati Anwar Sadat Resmikan Operasi Katarak Gratis dan Salurkan Bantuan ATENSI untuk Warga Rentan
Di Balik OTT Lamtim, Ada Rangkaian Peristiwa yang Belum Terungkap