26 Mei 2026

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

UMKM Kriya Demak Didukung Naik Kelas Lewat Sinergi Pariwisata Religi dan Penataan Wilayah

Spread the love

Demak, Tren24reportase.com – Pemerintah Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, terus mendorong penguatan UMKM Kriya agar mampu naik kelas dan dikenal lebih luas oleh masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui fasilitasi dan sinergi antara pelaku UMKM Kriya dengan dinas terkait, yang kali ini didudukkan bersama untuk merumuskan langkah-langkah strategis ke depan.

Selama ini, fasilitasi terhadap UMKM Kriya telah dilakukan, namun dinilai belum optimal dan belum masif. Padahal, UMKM Kriya memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi kreatif daerah. Melalui kolaborasi lintas sektor, produk-produk UMKM Kriya Kabupaten Demak diharapkan tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Memang sudah kita fasilitasi, mungkin belum secara masif. Pada kesempatan kali ini, kita dudukkan bersama antara para UMKM Kriya dengan dinas terkait,” ujar Bupati Demak, Eisti’anah, usai menghadiri Forum Dekranasda 2026 di Gedung Grhadika Praja Kabupaten Demak, Selasa (10/2/2026).

Bupati menilai, potensi pariwisata religi di Demak menjadi salah satu daya tarik utama yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan UMKM Kriya. Pariwisata religi memiliki karakteristik khusus karena dapat dikunjungi berulang kali dan sarat dengan nilai sejarah serta keberkahan dari para leluhur.

“Kita memiliki pariwisata di bidang religi. Ini bisa menjadi salah satu daya tarik karena penuh keberkahan dari para leluhur kita,” terangnya.

Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa selama ini wisatawan yang datang ke Demak cenderung hanya berkunjung singkat tanpa berbelanja maupun menginap, bahkan meninggalkan sampah. Oleh karena itu, pemerintah daerah tengah menyiapkan konsep alur wisata tertentu agar wisatawan dapat diarahkan melewati titik-titik UMKM dan pusat ekonomi lokal. Kendati demikian, realisasi konsep tersebut masih terkendala keterbatasan anggaran.

“Sebenarnya kita sudah memiliki konsepnya dan ingin menindaklanjuti, tetapi kembali lagi terkendala anggaran yang terbatas,” ungkapnya.

Selain pengembangan pariwisata dan UMKM, Pemerintah Kabupaten Demak juga memberikan perhatian serius terhadap penataan wilayah pesisir. Fokus penataan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kawasan pesisir, kemudian dilanjutkan dengan penataan wilayah perkotaan yang sebelumnya masih dalam tahap normalisasi. Penataan tersebut dirancang dalam sebuah konsep segitiga yang telah dibahas, dengan tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat pesisir.

Terkait penanganan rob dan abrasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan hybrid seawall. Untuk tahun 2026, rencana tersebut telah masuk dalam perencanaan provinsi, dengan kemungkinan realisasi fisik pada tahun 2027. Sementara itu, pada tahun 2025 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar melalui APBD untuk pembangunan hybrid seawall.

Sistem hybrid seawall yang akan diterapkan mengacu pada model seperti di Desa Timbulsloko, yakni menggunakan struktur penahan menyerupai sistem bis sebagai penahan jalan dan seawall. Sistem ini dinilai penting agar pembangunan jalan tidak kembali rusak akibat genangan air laut. Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa perbedaan pemahaman terkait konsep tersebut akan segera diluruskan.

Saat ini, seluruh tahapan perencanaan, termasuk Detail Engineering Design (DED), telah tersedia. Pemerintah terus memaksimalkan koordinasi lintas instansi guna mempercepat proses realisasi, mengingat kebutuhan masyarakat yang semakin mendesak. Tanpa keberadaan giant seawall, penataan jalan dan infrastruktur dinilai tidak akan bertahan lama karena berpotensi kembali terendam air laut. (Parno)

About Post Author