3 Mei 2026

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Pemkab Lampung Timur Serius Tangani Akses Jembatan Kali Pasir–Tanjung Tirto

Spread the love

Lampung Timur, Tren24reportase.com – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menunjukkan keseriusannya dalam menangani persoalan akses penghubung antara Desa Kali Pasir dan Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur. Hal tersebut ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi rencana penanganan jembatan, Selasa (10/02/2026), bertempat di Gedung LDII Desa Tanjung Tirto.

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Timur, Hj. Ela Siti Nuryamah, dan dihadiri oleh perwakilan TNI AD, BBWS Mesuji–Sekampung, Balai Hutan dan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Bappeda Provinsi Lampung, Dinas PU Provinsi Lampung, BPJN, serta jajaran OPD terkait.

Dalam arahannya, Bupati Ela Siti Nuryamah menegaskan bahwa rapat tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata pemerintah untuk memastikan seluruh aspirasi masyarakat benar-benar ditindaklanjuti.

“Ini bukan sekadar janji. Semua masukan masyarakat sudah dicatat dan akan dilaksanakan secara bertahap,” tegas Bupati.

Bupati menyampaikan sejumlah langkah konkret yang segera dilakukan, di antaranya pembangunan Jembatan Merah Putih (jembatan gantung) sebagai solusi sementara. Sementara itu, pembangunan jembatan permanen akan dilaksanakan melalui BPJN Kementerian PUPR, yang saat ini telah memasuki tahap perencanaan dan studi kelayakan (feasibility study).

Selain itu, Pemkab Lampung Timur juga akan menambah armada perahu penyeberangan yang lebih aman dan dilengkapi pelampung keselamatan. Dalam waktu satu minggu ke depan, tambahan perahu dijadwalkan sudah dikirim untuk mendukung aktivitas dan keselamatan warga.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, daerah, serta dukungan TNI, Pemkab Lampung Timur optimistis akses penghubung Kali Pasir–Tanjung Tirto dapat terwujud secara aman dan berkelanjutan demi menunjang mobilitas masyarakat Way Bungur.

Perwakilan TNI AD, Aprizal, dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) merupakan Komandan Satgas Jembatan yang bertugas membangun jembatan perintis dan jembatan gantung di berbagai wilayah Indonesia. TNI AD telah menyiapkan konstruksi jembatan dengan bentang 25 meter, 50 meter, 75 meter, hingga maksimal 100 meter. Berdasarkan hasil survei di Way Bungur pada 1 Februari lalu, kebutuhan bentang jembatan di lokasi tersebut mencapai 100 meter.

Rapat koordinasi tersebut menyepakati langkah-langkah nyata penanganan akses penyeberangan, mulai dari pembangunan jembatan gantung sebagai solusi sementara, hingga pembangunan jembatan permanen melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.

Keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama. Kolaborasi lintas sektor akan terus diperkuat guna menghadirkan solusi terbaik bagi warga Kecamatan Way Bungur.    (Decxy)

About Post Author