22 Oktober 2026

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Jembatan Babalan Rp9,6 M Terealisasi, Bupati: Demang Ngantor Desa Wujud Pemerataan Pembangunan

Spread the love

Demak, Tren24Reportase.com – Bupati Demak Eisti’anah menegaskan program Demang Ngantor Desa merupakan wujud nyata komitmen pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pinggiran. Hal itu disampaikannya saat kegiatan Demang Ngantor Desa yang dipusatkan di Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (20/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati memaparkan salah satu bukti pemerataan pembangunan di Kecamatan Wedung, yakni telah terealisasinya Jembatan Babalan dengan anggaran Rp9,6 miliar.

Jembatan tersebut telah lama menjadi aspirasi masyarakat yang diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sejak tahun 2021 dan akhirnya terwujud pada tahun 2024.

“Alhamdulillah, sudah terealisasi Rp9,6 miliar. Insyaallah ini membantu meningkatkan perekonomian warga masyarakat khususnya Kecamatan Wedung,” ujar Bupati Eisti’anah.

Menurut Bupati, pembangunan Jembatan Babalan sangat vital untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Wedung yang berada di ujung timur laut dari pusat Kabupaten Demak.

Selain Jembatan Babalan, Pemkab Demak juga telah merealisasikan pembangunan dan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Kecamatan Wedung. Bupati menyadari pembangunan tidak dapat diselesaikan sekaligus, sehingga dilaksanakan secara bertahap sesuai kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

“Tedunan ini timur utaranya pusat kota, pusat kabupaten, pusat pelayanan. Nah, ini tujuannya ingin mendekatkan. Maturnuwun Pak Kades,” imbuhnya.

Pemerataan tersebut tidak hanya dalam bentuk infrastruktur, tetapi juga pemerataan akses pelayanan publik. Melalui Demang Ngantor Desa, Pemkab menghadirkan puluhan layanan langsung di tengah masyarakat dengan pendekatan jemput bola.

Berbagai layanan dihadirkan, mulai dari pembayaran PBB-P2 melalui mobil layanan Mona Lisa, administrasi kependudukan, Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Puskesmas Wedung II, literasi anak, hingga layanan ketenagakerjaan berupa informasi lowongan kerja dan pembuatan kartu kuning AK-1.

Salah satu layanan baru yang menjadi perhatian adalah pelayanan keimigrasian hasil kerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang untuk pengurusan paspor.

“Pada kesempatan ini mobil Mona Lisa untuk pembayaran PBB-P2 dan macam-macam lagi. Kemudian yang baru kita gandeng dari Imigrasi, kita bekerja sama dengan Imigrasi Semarang. Kita angkut kalau ada pengurusan berkaitan paspor,” ungkap Bupati.

Di sektor perlindungan sosial, Pemkab juga mendorong pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk bantuan sosial, serta menghadirkan sembako murah dari BUMN dan BUMD guna menekan inflasi.

Sementara itu, Kepala Desa Tedunan, Zaenal Afif, mengapresiasi perhatian Pemkab terhadap wilayahnya. Ia menyebut kegiatan ini sebagai sejarah bagi desanya.

“Alhamdulillah, saya terima kasih dengan Ibu Bupati yang menunjuk Desa Tedunan sebagai tempat pelaksanaan Demang Ngantor Desa. Manfaatnya sangat besar sekali. Ini jadi sejarah Desa Tedunan, mencetak sejarah membawa semua pelayanan ke Desa Tedunan,” pungkasnya. (Parno)

About Post Author