Demak, Tren24Reportase.com – Penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa beras bagi masyarakat rentan ekonomi di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mendapat sorotan dari sejumlah warga. Sorotan tersebut berkaitan dengan mekanisme pembagian bansos beras yang disebut berlangsung secara triwulanan di Balai Desa Sayung pada Sabtu, 12 September 2026.
Sejumlah warga mempertanyakan adanya perbedaan jumlah beras yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) saat pembagian dengan jumlah bantuan yang sebelumnya diserahkan secara simbolis.
Salah seorang warga Desa Sayung yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, pembagian bansos beras pada Sabtu (12/9/2026) diduga tidak sesuai dengan jumlah yang sebelumnya diperlihatkan dalam kegiatan penyerahan simbolis.
“Pelaksanaan pembagian bansos triwulan hari Sabtu di Balai Desa Sayung diduga tidak tepat sasaran,” ujar warga tersebut, Sabtu (12/9/2026).
Menurut keterangan warga tersebut, sekitar 90 persen KPM disebut hanya menerima satu zak beras. Padahal, dalam kegiatan penyerahan secara simbolis yang berlangsung di Balai Desa Sayung pada Kamis, 10 September 2026, setiap KPM disebut menerima tiga zak beras.
“Sekitar 90 persen KPM hanya mendapat satu zak beras, yang seharusnya mendapatkan tiga zak. Pada hari Kamis tanggal 10 kemarin, di Balai Desa Sayung secara simbolis dan disaksikan oleh aparatur dinas, setiap KPM menerima tiga zak beras bansos,” katanya.
Perbedaan jumlah tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Warga meminta penjelasan mengenai mekanisme distribusi, termasuk alasan perbedaan jumlah beras yang diterima KPM pada kegiatan simbolis dan pembagian kepada penerima.
Selain persoalan jumlah bantuan, muncul pula informasi mengenai dugaan penjualan sisa beras bansos kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pembuatan lontong.
Sementara itu, admin Desa Sayung yang disebut sebagai bagian dari satgas bansos Desa Sayung memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai penyaluran bantuan beras tersebut.
Klarifikasi disampaikan saat dikonfirmasi Tren24Reportase melalui sambungan telepon pada Selasa (16/9/2026). Admin desa yang akrab disapa Mas Imam itu mengatakan bahwa dirinya hanya bertugas sebagai admin desa.
Ketika dikonfirmasi mengenai informasi bahwa dalam penyerahan simbolis setiap KPM menerima tiga zak beras, sementara saat pembagian berikutnya disebut hanya menerima satu zak, Imam menyarankan agar persoalan tersebut dikonfirmasi langsung kepada kepala desa.
“Untuk hal ini kan yang lebih paham itu kan Pak Lurah. Kalau dalam hal ini saya enggak berani bilang,” ujarnya.
Imam juga tidak memberikan penjelasan lebih jauh mengenai skema penyaluran bantuan tersebut. Menurutnya, kepala desa merupakan pihak yang lebih mengetahui mekanisme pembagian bansos beras kepada KPM.
Mengenai informasi dugaan adanya sisa beras bansos yang dijual kepada pelaku UMKM, Imam membantah informasi tersebut.
Ia mengatakan, sisa beras yang belum dibagikan kepada KPM masih tersimpan di Balai Desa Sayung dan belum dikeluarkan.
“Untuk informasi itu bisa cek ke balai desa. Untuk sisa beras kemarin yang belum dibagikan itu masih ada, jumlahnya masih utuh. Belum ada yang keluar. Kemarin kan memang sisa, ya lumayan sih, hampir 500-an,” katanya.
Imam menegaskan, apabila sisa beras tersebut masih berada di balai desa dan jumlahnya sesuai, maka informasi mengenai dugaan penjualan beras bansos tidak benar.
“Kalau jumlah beras itu masih ada, ya tidak benar, toh berasnya masih ada di balai desa. Jumlahnya juga sesuai,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Sayung belum memberikan keterangan resmi mengenai mekanisme penyaluran bansos beras, termasuk terkait perbedaan jumlah bantuan pada penyerahan simbolis dan pembagian kepada KPM.
Tren24Reportase masih berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Desa Sayung mengenai mekanisme penyaluran tersebut serta keberadaan sisa beras yang disebut berjumlah hampir 500 zak. (Parno)
More Stories
Wakil Bupati Jepara Dorong Sportivitas dan Promosi Wisata
150 Anak Sulap Serbuk Kayu Jadi Karya Motif Ukir
Sekda Jepara Sidak Jalan Pancur Kedawung, Pastikan Perbaikan Sesuai Spesifikasi