16 Mei 2026

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Mayat Pria Tak Dikenal Ditemukan Di Lahan Sawit Warga

Spread the love

 

Bengkalis, Tren24reportase.com – Sebuah mayat laki-laki tak dikenal ditemukan warga di lahan perkebunan kelapa sawit milik warga di perbatasan Desa Bathin Betuah, Kecamatan Mandau, dengan Desa Tasik Serai Barat, Kecamatan Talang Muando, Kabupaten Bengkalis, pada Kamis pagi 14/5/26 sekitar pukul 09.00 WIB. Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi tergeletak miring dengan separuh tubuh terendam air genangan, dan hingga saat ini penyebab kematiannya belum diketahui.

Peristiwa penemuan mayat laki-laki berusia diperkirakan 46 hingga 50 tahun ini terjadi pada hari Kamis, 14 Mei 2026. Penemuan pertama kali ditemukan oleh seorang  pemanen sawit, pemilik lahan bernama Atgianto. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian berupa kaos berwarna hijau dan celana panjang berwarna coklat, tanpa ditemukan dokumen identitas apapun di tubuh maupun di sekitar lokasi kejadian. Mayat berada di area perbatasan dua desa yang masuk wilayah administratif Kabupaten Bengkalis, dalam posisi miring dengan separuh tubuh terendam air yang menggenangi lahan sawit tersebut.

Banyak warga yang datang ke lokasi memastikan tidak ada satu pun dari mereka yang mengenali ciri-ciri maupun pakaian yang dikenakan korban. Hal ini membuat proses identitas menjadi tantangan awal bagi penyidik.

Kondisi fisik korban diperkirakan berusia antara 46 hingga 50 tahun. Pakaian yang melekat masih utuh dan tidak terlihat ada sobekan atau bekas bercak yang mencurigakan secara kasat mata. Namun, untuk memastikan apa yang sebenarnya menyebabkan korban meninggal dunia, pemeriksaan lebih lanjut mutlak diperlukan.

Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengambilan data awal, pihak kepolisian Polsek Mandau bersama tim medis  kepala puskesmas Bathin betuah(Januar )melakukan evakuasi mayat tersebut sekitar pukul 12.48 wib guna membawa jenazah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Duri menggunakan mobil ambulans desa bathin betuah untuk keperluan pemeriksaan lebih mendalam.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa hasil penyelidikan awal belum menunjukkan tanda-tanda yang pasti mengenai latar belakang kematian korban. Hasil otopsi atau visum menjadi kunci utama untuk mengetahui apakah kematian terjadi secara wajar, kecelakaan, atau pun diduga tindak pidana.

“Untuk saat ini penyebab kematian belum dapat dipastikan. Kami masih menunggu hasil otopsi ataupun visum dari tim dokter di RSUD Duri. Sementara itu, kami juga terus mendata dan memeriksa laporan-laporan kehilangan orang yang masuk ke kantor kepolisian sejumlah wilayah guna mencocokkan ciri-ciri korban,”

Polisi mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang memiliki keluarga atau kerabat yang hilang kontak dalam beberapa waktu terakhir dan memiliki kesamaan ciri-ciri dengan korban, agar segera menghubungi Polsek Mandau untuk proses pencocokan identitas. Penyelidikan kasus ini masih terus berlangsung.     (Sunardi)

About Post Author