22 Januari 2026

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Menteri PKP Maruarar Sirait: Program FLPP Buka Akses Rumah Layak bagi Keluarga Muda dan Pekerja Rendah di Demak

Spread the love

Demak, Tren24reportase.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kini semakin mudah diakses oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk keluarga muda dan pekerja sektor informal seperti cleaning service.

Hal tersebut disampaikan Maruarar saat meninjau Perumahan Subsidi Griya Nusa Asri (GINA) di Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jumat (7/11/2025). Kunjungan itu juga dihadiri Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) M. Qodari, Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, dan Ketua DPD REI Jateng Harmawan Mardianto.

“Di Perumahan Griya Nusa Asri ini saya bertemu dengan keluarga muda dan cleaning service yang bisa memiliki rumah subsidi. Ini bukti nyata bahwa Presiden Prabowo Subianto benar-benar pro rakyat di bidang perumahan,” ujar Maruarar Sirait.

Maruarar menjelaskan, di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kuota rumah subsidi tahun 2025 meningkat menjadi 350.000 unit, naik signifikan dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki rumah layak huni.

Dalam peninjauannya, Maruarar bersama rombongan melihat langsung kondisi rumah-rumah bersubsidi dan berdialog dengan warga penghuni. Beberapa warga menyampaikan keluhan mengenai kerusakan ringan seperti eternit ambrol, dinding retak, dan lantai pecah.

Menurut Maruarar, pejabat pemerintah harus mau mendengar dan mencatat setiap keluhan rakyat, bukan menutup diri.

“Tadi saya berdiskusi langsung dengan ibu-ibu yang menyampaikan keluhan soal kerusakan rumah. Sesuai arahan Presiden, pejabat itu harus mau mendengar suara rakyat, menampung kritik, dan segera menindaklanjutinya,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi pengembang perumahan GINA yang dinilai bertanggung jawab dan siap memperbaiki kerusakan ringan yang ada. “Kami beri nilai 7,5 dari 10 karena pengembang mau bertanggung jawab memperbaiki. Semoga ke depan semakin baik lagi,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Maruarar juga berbincang dengan sejumlah penghuni, di antaranya Ermi Nurhidayani, ibu rumah tangga yang membuka warung kecil, serta Bagas Jodhi Prakoso, seorang cleaning service di rumah sakit di Semarang.

Menteri PKP bahkan memberikan bantuan dana untuk pengembangan usaha kecil milik warga, serta mendorong mereka mengajak rekan-rekannya membeli rumah subsidi melalui skema FLPP.

“Ini bukti nyata bahwa program rumah subsidi Presiden Prabowo Subianto bisa dimiliki masyarakat berpenghasilan rendah,” katanya.

Maruarar juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pengembang hingga perbankan, untuk berkolaborasi dalam memperluas akses rumah subsidi di Jawa Tengah. Ia menargetkan 25.000 warga Jawa Tengah dapat memiliki rumah subsidi tahun ini melalui sinergi antara BP Tapera dan asosiasi pengembang perumahan.

“Data menunjukkan masyarakat Jawa Tengah yang belum punya rumah masih cukup banyak. Karena itu, saya minta BP Tapera dan asosiasi pengembang mempercepat realisasi rumah subsidi bagi rakyat,” tegasnya.

Kepala Kantor Staf Presiden M. Qodari mengapresiasi langkah Maruarar dalam menjalankan program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto. Ia juga memberikan selamat kepada warga yang telah memiliki rumah sendiri.

“Dalam hidup, seseorang sudah tergolong sejahtera bila punya atap untuk berteduh, bisa makan tiga kali sehari, punya kendaraan, dan anak-anaknya bisa sekolah. Karena itu, program ini harus kita dukung bersama,” kata Qodari.

Ia juga mengingatkan agar pengembang tidak hanya mengejar keuntungan, melainkan turut menjaga kualitas bangunan. “Pengembang jangan terjebak dalam serakahnomics yang hanya mencari untung. Bangunlah rumah subsidi yang berkualitas untuk rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin menyatakan komitmen Pemkab Demak untuk mendukung penuh program tersebut.

“Program FLPP sangat bermanfaat bagi masyarakat kami. Di sisi lain, masih ada rumah warga yang terdampak rob dan memerlukan perhatian pemerintah pusat,” ujarnya.

Salah satu penghuni, Febriansyah Nasution bersama istrinya Ermi Nurhidayani, mengaku bersyukur bisa memiliki rumah sendiri meski berpenghasilan terbatas.

“Alhamdulillah, angsurannya hanya Rp1.070.000 per bulan selama 20 tahun. Rumahnya nyaman dan banyak keluarga muda tinggal di sini. Terima kasih Pak Prabowo, semoga program ini terus berlanjut dan tenor KPR bisa lebih panjang agar cicilannya makin ringan,” ujar Febriansyah.

Hal senada disampaikan Bagas Jodhi Prakoso (27), cleaning service rumah sakit di Semarang yang berpenghasilan sesuai UMK Rp3,4 juta.

“Saya bersyukur akhirnya punya rumah sendiri. Dulu tinggal bersama orang tua, sekarang bisa mandiri. Semoga nanti kalau berkeluarga, rumah ini jadi tempat tinggal kami,” tuturnya. (Parno)

About Post Author