5 Maret 2026

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Dugaan Pelecehan oleh Oknum Guru Madin di Demak, Yayasan Bertindak Cepat

Spread the love

Demak, Tren24reportase.com – Dugaan tindakan tak senonoh oleh seorang oknum guru Madrasah Diniyah (Madin) Asy- Syafi’iyyah di wilayah Desa Mulyorejo, Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak menggemparkan masyarakat setempat. Kasus ini pertama kali terungkap pada Sabtu sore (22/6), setelah sejumlah wali murid menyampaikan adanya dugaan pelecehan terhadap anak-anak mereka.

Menurut Suharsono, salah satu pengurus Yayasan Asy- Syafi’iyyah yang juga merupakan Kepala Desa tersebut, dirinya baru mengetahui kabar itu secara mendadak. “Saya tahunya Sabtu sore kemarin, ada kabar sebagian guru Madin melakukan perbuatan tidak elok di madrasah,” ujar Suharsono saat dirumah kediamannya. Rabu- (25-06-2025).

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak yayasan segera mengumpulkan sejumlah wali murid pada malam harinya untuk melakukan klarifikasi. Dalam pertemuan yang berlangsung di lokasi madrasah, sebanyak 3 hingga 5 wali murid hadir dan menyampaikan pengakuan dari anak-anak mereka terkait dugaan tindakan tidak pantas oleh oknum guru berinisial MR.

“Anak-anak cerita bahwa mereka sempat diraba di bagian tubuh tertentu,” terang Suharsono. Meski tidak ada tindakan lebih lanjut selain perabaan, pengakuan anak-anak cukup membuat pihak yayasan terkejut dan segera mengambil langkah tegas.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan untuk menjaga nama baik lembaga, pihak yayasan langsung memberhentikan oknum guru tersebut dari kegiatan mengajar. “Ada pernyataan resmi, mulai besok yang bersangkutan tidak mengajar lagi di sini,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama ini pelaku dikenal masyarakat sebagai tokoh agama yang aktif mengajar mengaji dan tidak menunjukkan perilaku mencurigakan. “Kami tidak menyangka. Orangnya dikenal religius dan aktif di lingkungan,” katanya.

Dalam pertemuan malam itu, sekitar sepuluh wali murid menandatangani daftar hadir, menandakan keseriusan dan kekhawatiran mereka terhadap kasus ini. Anak-anak yang menjadi korban diduga berada di tingkatan Usto atau setara dengan siswa SD kelas 2 hingga kelas 4.

Suharsono juga menjelaskan bahwa aktivitas belajar mengajar di Madin tetap berjalan normal pasca kejadian. “Anak-anak tetap belajar seperti biasa. Madrasah tetap buka, karena pelaku sudah tidak lagi mengajar,” jelasnya.

Terkait kemungkinan adanya korban lain dari tahun-tahun sebelumnya, Suharsono tidak menutup kemungkinan, mengingat guru tersebut telah mengajar cukup lama. “Ada cerita, anak-anak yang sudah lulus juga mengaku pernah mengalami hal serupa,” ungkapnya.

Sementara itu, aparat kepolisian dikabarkan mulai melakukan penyelidikan. Pihak yayasan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang. (Parno)

About Post Author