Demak, Tren24reportase.com – Masyarakat, khususnya pemuda Desa Pulosari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, mengajukan tuntutan untuk segera dibangunnya lapangan sepak bola di desa mereka. Dalam rapat musyawarah desa (musdes) yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai RT, RW dan BPD, mereka menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan sarana olahraga tersebut, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) oleh Kepala desa setempat.
Perwakilan pemuda desa Pulosari, Vandika Jalusena menyampaikan, bahwa meskipun program pembangunan lapangan telah disetujui, kendala muncul dari perangkat desa terkait alih fungsi lahan.
“Awalnya ada kesepakatan, namun kini tidak ada tanggapan lebih lanjut. Kami bingung hingga kapan proses ini akan berlanjut,” ungkap Vandika Jalusena saat dikampung halamannya. Selasa- (20-05-2025)

Dia mengatakan, menurut informasi yang diperoleh, komunikasi antara Kepala Desa dan pihak terkait mengalami hambatan akibat adanya penolakan dari pihak ketiga. Dalam aksi demonstrasi yang berlangsung bulan lalu, pemuda desa mengekspresikan ketidakpuasan mereka, yang mendapat respons positif dari Kepala Desa dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Vandika Jalusena melanjutkan, “Kami ingin mendengar hasil dari musdes tersebut, namun jarak massa dengan lokasi musdes terlalu jauh.” Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa semua perwakilan dalam musdes siap mendukung pembangunan lapangan.
Untuk ketidakpastian mengenai kelanjutan proyek ini membuat para pemuda mengancam akan melakukan aksi demonstrasi lebih besar jika pembangunan tidak segera direalisasikan.
“Siapapun yang menghalangi proses ini, kami minta untuk segera dipecat,” tegas Vandika Jalusena yang biasa dipanggil Jalu.
Dulu, Desa Pulosari pernah memiliki lapangan, namun rusak akibat normalisasi tanggul. Kini, pemuda setempat berharap agar Kepala Desa segera merealisasikan pembangunan lapangan sepak bola yang telah menjadi harapan lama masyarakat desa.
Sementara itu, Kepala Desa Pulosari Slamet Setiyo Budi saat di konfirmasi wartawan menyampaikan tanggapan terkait permohonan dari pemuda Pulosari yang menginginkan pembangunan lapangan sepak bola sebagai fasilitas umum. Sejak awal, saat mencalonkan diri sebagai Kepala Desa, salah satu visi dan misinya adalah menyediakan fasilitas yang mendukung kegiatan pemuda, termasuk lapangan sepak bola.
“Saya menyadari telah terjadi dua kali demonstrasi dari para pemuda yang menuntut pembangunan lapangan tersebut. Menanggapi hal ini, saya telah mengadakan musyawarah desa (Musdes) yang melibatkan seluruh masyarakat. Hasil dari musdes tersebut menunjukkan dukungan yang kuat dari masyarakat untuk pembangunan lapangan sepak bola, dan keputusan ini telah saya kirimkan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa,” ujarnya
Namun, kata dia, saat ini menghadapi kendala yang cukup signifikan. Salah satu perangkat desa yang terlibat dalam proses ini menunjukkan ketidaksetujuan terhadap pengalihan fungsi tanah yang direncanakan untuk pembangunan lapangan. Belum diketahui secara pasti alasan dibalik penolakan ini, namun pihaknya akan terus berupaya untuk mencari solusi yang terbaik.
“Saya berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini dan akan terus berkoordinasi dengan perangkat desa serta masyarakat untuk memastikan bahwa keinginan pemuda Pulosari untuk memiliki lapangan sepak bola dapat terwujud,”terangnya. (Parno)
More Stories
Peternak Resah Akibat PMK Serang Sapi di Desa Bathin Betuah
HUT ke-14, Desa Mulyo Asri Gelar Pengajian Akbar dan Doa Bersama di Lapangan Desa
Pemkab Demak Angkat 2.421 PPPK Paruh Waktu Formasi 2025, Bupati: Ini Bentuk Apresiasi atas Pengabdian