11 Maret 2026

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Guru Berdedikasi Tinggi di Desa Bathin Betuah Mengajar Tanpa Fasilitas Yang Memadai

Spread the love

Bengkalis, Tren24reportase.com – Di tengah suasana pedesaan yang damai di Desa Bathin Betuah, sebuah sekolah jarak jauh berdiri sebagai simbol perjuangan masyarakat untuk memberikan akses pendidikan kepada generasi muda. Selama tujuh bulan beroperasi, sekolah ini telah menjadi titik terang bagi 70 siswa yang sebelumnya terkendala keterbatasan fasilitas pendidikan.

*Amrizal, S.Pd.,* salah satu pengajar di sekolah ini, kepada *Reportase Nasional* (Kamis, 23/01/2025) menjelaskan bahwa berdirinya sekolah tersebut tidak lepas dari upaya swadaya masyarakat yang didukung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis. Namun, ia menggarisbawahi bahwa banyak tantangan masih menghadang, terutama terkait ketersediaan fasilitas.

“Kami menghadapi masalah serius, terutama kurangnya fasilitas olahraga, yang sangat penting untuk perkembangan fisik anak-anak. Saat ini, kami sama sekali tidak memiliki alat olahraga,” ungkap Amrizal. Selain itu, ruang guru yang sederhana tanpa kipas angin turut memengaruhi kenyamanan dalam proses belajar mengajar.

Meskipun demikian, para guru tetap berkomitmen penuh untuk memberikan pendidikan terbaik kepada para siswa. Kehadiran mereka yang konsisten menjadi wujud dedikasi dalam menjalankan misi mulia ini.

Sekolah ini merupakan unit jarak jauh dari SMPN 7 Mandau yang berlokasi di Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Amrizal mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Bengkalis agar sekolah ini mendapatkan status negeri.

“Kami berharap sekolah ini bisa dinegerikan agar para guru mendapatkan kepastian status, dukungan yang lebih baik, serta peningkatan fasilitas seperti komputer, pengeras suara, dan perlengkapan pendidikan lainnya,” tuturnya penuh harap.

Selain keterbatasan fasilitas, akses menuju sekolah juga menjadi tantangan besar. Dengan jarak lebih dari 30 kilometer dari Kota Duri, perjalanan menjadi semakin sulit terutama saat musim hujan karena kondisi jalan yang buruk.

Walaupun dihimpit banyak kendala, semangat Amrizal dan tim pengajar tetap berkobar. “Kami akan terus berjuang memberikan pendidikan berkualitas kepada anak-anak di sini, apa pun rintangannya,” katanya.

Sekolah jarak jauh di Desa Bathin Betuah menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi masyarakat dapat membuka jalan bagi pendidikan di wilayah terpencil. Dengan perhatian dan dukungan lebih dari pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan, sekolah ini memiliki potensi besar untuk berkembang dan memberikan masa depan yang cerah bagi generasi muda.

Harapan besar kini disematkan kepada pemerintah untuk memberikan prioritas pada peningkatan status, infrastruktur, dan fasilitas, demi menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan merata bagi seluruh anak bangsa.

(Sunardi)

About Post Author