Demak, Tren24reportase.com — Hubungan harmonis antara ulama dan umara di Kabupaten Demak terus dijaga melalui berbagai tradisi budaya dan keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun. Hal tersebut disampaikan Sesepuh Kadilangu R.H. Muhammad Cahyo Imam Santoso saat mengikuti prosesi pisowanan balasan ke Bupati dan Wakil Bupati Demak di Pendopo Satya Bhakti Praja Demak, Jawa Tengah. Selasa (12/5/2026).
Cahyo menjelaskan, sejak dahulu makam Sunan Kalijaga selalu diziarahi oleh Sultan Fatah sebagai bentuk penghormatan dan simbol hubungan baik antara pemimpin pemerintahan dengan para ulama. Tradisi tersebut dinilai menjadi warisan penting yang harus terus dijaga dan dilanjutkan.
“Hubungan yang harmonis antara ulama dan umara ini memang harus terus dilanjutkan. Saling mengisi dan memberikan informasi demi kepentingan umat, khususnya di Kabupaten Demak,” ujarnya.
Menurut Cahyo, hubungan tersebut tidak hanya sebatas tradisi seremonial, tetapi juga menjadi sarana komunikasi antara tokoh agama dan pemerintah dalam menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

Terkait pelaksanaan Grebeg Besar Demak, ia mengatakan salah satu puncak acara adalah prosesi penjamasan pusaka. Tradisi sakral tersebut, kata dia, sejak dahulu hanya dilakukan oleh pihak kasepuhan dan tidak melibatkan lembaga lain karena masih memiliki hubungan keluarga dengan ahli waris.
“Penjamasan pusaka itu dari dulu dilakukan oleh kasepuhan karena masih ada hubungan keluarga. Itu memang sudah menjadi wewenang kasepuhan sejak dulu,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Grebeg Besar Demak 2026 yang memasuki prosesi pisowanan balasan. Setelah sebelumnya Pemerintah Kabupaten Demak melakukan pisowanan ke kasepuhan ahli waris Sunan Kalijaga pekan lalu, kali ini para sesepuh kasepuhan melakukan kunjungan balasan ke Pemerintah Kabupaten Demak.
Dalam kesempatan itu, para sesepuh memberikan nasihat kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Demak sekaligus memanjatkan doa restu agar pemerintah daerah dapat menjalankan amanah masyarakat dengan baik.
Eisti’anah menegaskan, Pemerintah Kabupaten Demak akan terus menghadirkan berbagai inovasi dalam pelaksanaan Grebeg Besar tanpa menghilangkan pakem tradisi yang telah diwariskan para leluhur. Selain sebagai prosesi sakral budaya dan religi, Grebeg Besar juga dikemas sebagai hiburan rakyat yang dapat dinikmati masyarakat luas.
“Tahun ini ada yang berbeda, terutama saat iring-iringan Prajurit Patangpuluhan dan prosesi Tumpeng Songo. Kami terus memfasilitasi agar masyarakat bisa menikmatinya dengan sebaik-baiknya,” terang Eisti’anah.
Grebeg Besar Demak merupakan tradisi budaya dan religi yang rutin digelar setiap tahun dan menjadi bagian penting dari warisan sejarah Kesultanan Demak. (Parno)
More Stories
Pasca Keracunan SPPG Pilangwetan, Pemkab Demak Evaluasi Total Distribusi dan Keamanan Pangan
Usai Hadiri Silaturahmi PABPDSI, Bupati Anwar Sadat Tinjau Pengerjaan Box Culvert di Tanjung Bojo
Ketua Komisi III DPRD Lamtim Soroti Dugaan Menara Radio HIT Tak Berizin, Minta APH Bertindak Tegas