13 Februari 2026

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Bupati Ngantor di Desa Rajekwesi, Dorong Pengembangan Wisata dan Perbaikan Infrastruktur di Mayong

Spread the love

Jepara, Tren24reportase – Program Bupati Ngantor di Desa memasuki putaran ke-28 dan kali ini digelar di Desa Rajekwesi, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Selasa (27/1/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, didampingi Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, Sekretaris Daerah Jepara Ary Bachtiar, jajaran kepala OPD terkait, unsur Forkopimda, serta pemerintah desa se-Kecamatan Mayong.

Kegiatan diawali dengan Bupati Jepara memborong jajanan pelaku UMKM yang berjajar di sekitar Balai Desa Rajekwesi sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat desa. Selanjutnya, Bupati melaksanakan aktivitas ngantor di desa untuk menyerap aspirasi dan berdialog langsung dengan pemerintah desa serta masyarakat, meskipun cuaca ekstrem dengan hujan yang turun sepanjang hari.

Dalam kesempatan tersebut, PIC Kecamatan Mayong yang juga Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Ratib Zaini, memaparkan progres pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Mayong. Paparan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama para petinggi desa se-Kecamatan Mayong yang dipandu oleh Kepala Dinas Disdikpora Jepara.

Bupati Jepara H. Witiarso Utomo dalam sambutannya menjelaskan kebijakan penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Jepara. Ia menyampaikan bahwa jumlah penerima bansos sebelumnya mencapai sekitar 400 ribu orang, namun berdasarkan kebijakan pemerintah pusat dilakukan pengurangan sekitar 60 ribu penerima, sehingga saat ini tersisa kurang lebih 340 ribu penerima.

“Terkait penerima bansos yang dinilai tidak tepat sasaran, misalnya masih menerima bantuan namun sudah memiliki kendaraan pribadi, akan dilakukan pendataan ulang secara bertahap dari pemerintah pusat hingga pemerintah desa agar sistem penyaluran semakin tepat sasaran,” ujar Bupati.

Selain itu, Bupati mengimbau sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan agar segera mengajukan proposal sehingga dapat diupayakan penganggarannya pada tahun berikutnya. Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan transparansi pemerintahan desa, terutama dalam menyikapi dinamika pemilihan petinggi dan perangkat desa.

Bupati Jepara turut mendorong desa-desa di Kecamatan Mayong agar lebih kreatif dan aktif menggali potensi desa untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD). Salah satu upaya yang didorong adalah pengembangan sektor pariwisata. “Jika desa sudah mandiri dan sejahtera, ketergantungan kepada pemerintah daerah akan semakin berkurang,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar yang akrab disapa Gus Hajar menegaskan bahwa pembangunan desa menjadi prioritas pemerintah daerah sesuai arahan Presiden Republik Indonesia. Program Bupati Ngantor di Desa dinilai sebagai sarana memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa.

“Seluruh aspirasi dari desa akan kami tampung dan direalisasikan secara bertahap. Kami mohon waktu untuk mewujudkan visi Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius (MULUS),” ungkapnya.

Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto juga menyatakan komitmen Polres Jepara dalam mendukung program pemerintah daerah. Ia menegaskan kesiapan jajarannya untuk terus berkomunikasi dan turun langsung ke masyarakat guna menjaga keamanan serta mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Jepara.

Camat Mayong Taufik menambahkan, kegiatan Bupati Ngantor di Desa kali ini mengusung tema branding wisata, meliputi Bumdesma Bung Topan, industri kreatif, dan budaya. Pengembangan wisata di Kecamatan Mayong mencakup kerajinan gerabah, wisata budaya seperti situs Ari-ari Kartini, edu wisata Wisata Tengah Sawah (WTS) di Desa Ngeroto dengan aktivitas menanam padi, river tubing outbond, hingga wisata religi di Desa Pancur berupa Sendang Pancuran dan Makam Syekh Baladah.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara Hery Yulianto menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Kecamatan Mayong memperoleh alokasi anggaran perbaikan infrastruktur jalan pada sejumlah ruas, di antaranya Pendangpete–Buaran sebesar Rp4,1 miliar, Mayong–Jebol Rp1,3 miliar, Damarjati–Datar Rp4,3 miliar, Jebol–Datar Rp6,4 miliar, Datar–Pancur Rp3,3 miliar, serta Pancur–Rajekwesi Rp2,4 miliar. Pemerintah Kabupaten Jepara juga mengupayakan tambahan anggaran melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) dan bantuan provinsi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peresmian Wisata Tengah Sawah (WTS) di Desa Ngeroto serta kunjungan Bupati Jepara ke pelaku UMKM konfeksi di Desa Rajekwesi. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas dan daya saing UMKM Jepara agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Program Bupati Ngantor di Desa diharapkan mampu mempercepat pembangunan daerah, menggali potensi lokal, serta mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat hingga tingkat desa.      (Nana S)

About Post Author