5 April 2026

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Acara Takbir Keliling dan Perlombaan Kedua Kalinya di Nagori Pengkolan Berjalan Meriah

Spread the love

 

Bengkalis, Tren24reportase.com – Acara takbir keliling dan perlombaan yang menjadi tradisi serta sarana silaturahmi masyarakat Nagori Pengkolan telah diselenggarakan untuk kali kedua. Ribuan warga antusias menyaksikan dan mengikuti kegiatan yang digelar menjelang hari raya idul fitri (1447 H) dengan rute mulai dari depan Masjid Al Imam Nagori Pengkolan dan berakhir di Jalan Huta Lima (Pangklong) Dusun Pengkolan, Jum’at (20/03/26).

Acara takbir keliling dan perlombaan yang merupakan tradisi serta sarana silaturahmi masyarakat lokal. Diikuti dan disaksikan oleh ribuan warga Nagori Pengkolan, dengan panitia pelaksana terdiri dari Kepala Nagori Pengkolan (Rohaman Sinaga), Gamot (Sunario), Maujana (Pamuliyan), seluruh perangkat Nagori Pengkolan, serta Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Imam. Nagori Pengkolan, Dusun Pengkolan, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Rute pawai dimulai dari depan Masjid Al Imam dan berakhir di Jalan Huta Lima (Pangklong). Dilaksanakan menjelang hari raya idul Fitri sekira pukul 20.wib menjadi acara tahunan, Untuk mempererat persatuan masyarakat, menjaga tradisi lokal, serta sebagai sarana silaturahmi dan pembinaan bagi seluruh lapisan masyarakat. Digelar dengan pawai takbir keliling yang disebut sebagai “bawan keliling” atau bentuk “persatuan bersama” masyarakat, serta diikuti dengan perlombaan yang dinilai lebih sportif dan terorganisir dibandingkan tahun sebelumnya.

Pihak pemerintah Nagori Pengkolan menyampaikan bahwa dalam menyelenggarakan acara ini, mereka hanya dapat memberikan bentuk apresiasi dan pembinaan sesuai dengan kemampuan yang ada. “Kami tidak bisa memberi seperti yang mungkin diharapkan oleh bapak-bapak dan ibu-ibu,” ujar Kepala desa Nagori Pengkolan (Rohaman Sinaga) dalam sambutannya.

Oleh karena itu, pihak penyelenggara mengucapkan maaf atas keterbatasan yang ada dan sangat mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat untuk kelangsungan acara di masa mendatang. “Kami berharap acara ini bisa tetap dilaksanakan setiap tahun karena telah menjadi bagian dari tradisi dan sarana silaturahmi kita,” tambahnya.

Pengalaman yang telah didapatkan dari dua kali penyelenggaraan diharapkan dapat menjadi dasar untuk menyelenggarakan acara yang lebih baik di masa depan. “Mari kita jadikan pengalaman ini sebagai bahan evaluasi untuk menyempurnakan acara pada tahun-tahun yang akan datang,” tandasnya.

Selain itu, pihak penyelenggara berharap agar seluruh peserta dan masyarakat dapat menerima berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala selama bulan Ramadhan. “Semoga selama Ramadhan ini kita semua dapat meraih berkah dan keberkahan dari-Nya,” tuturnya.

Panitia pelaksana juga mengucapkan terima kasih khusus kepada seluruh perangkat Nagori Pengkolan yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan acara malam itu. Tidak hanya itu, ribuan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pengurus dan anggota BKM Masjid Al Imam Dusun Pengkolan yang telah berperan aktif dalam menyelenggarakan pawai takbir tahun ini.

“Kami sekali lagi menyampaikan bahwa tidak dapat memberikan banyak hal, namun kami berharap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa apa yang kita lakukan pada malam ini dapat dilaksanakan dengan ikhlas,” ujar Rohaman Sinaga. Tujuannya adalah agar segala niat dan tujuan yang diemban dapat menjadi berkah bagi seluruh peserta dan masyarakat Nagori Pengkolan.

Takbir keliling yang digelar disebut sebagai “bawan keliling” yang merupakan bentuk dari persatuan yang kuat di antara masyarakat Nagori Pengkolan. “Kita sama-sama menjadi bagian dari satu kesatuan yang kuat,” ujar salah satu pengurus BKM Masjid Al Imam.

Pada akhir acara, pihak penyelenggara menyampaikan bahwa persatuan yang ada di antara masyarakat Nagori Pengkolan masih sangat besar. “Semoga ke depan, kebersamaan dan persatuan ini dapat kita pertahankan dan bahkan ditingkatkan lagi untuk kemajuan bersama,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, (ibu Paijem )selaku guru ngaji tetap mesjid Al imam Pengkolan menuturkan, kegiatan bawan ini menjadi bagian penting untuk menyambut hari raya idul Fitri karena berisi nilai nilai tradisi untuk mempererat tali silaturahmi, ujarnya.

Acara takbir keliling dan perlombaan tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi tradisi tahunan yang tetap berlangsung di Nagori Pengkolan, namun juga mampu menjadi tonggak pemersatu masyarakat serta sarana untuk meningkatkan kualitas hubungan antar warga baik di Nagori Pengkolan maupun di Kecamatan Bosar Maligas dan sekitarnya.

Sunardi

About Post Author