5 April 2026

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Demak Sampaikan LKPJ 2025, Capaian Pembangunan Menunjukkan Kinerja Sangat Baik

Spread the love

 

Demak, Tren24reportase.com – Pemerintah Kabupaten Demak menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD sebagai bentuk pelaksanaan amanat peraturan perundang-undangan terkait penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Bupati Demak, Eisti’anah, menegaskan bahwa penyampaian LKPJ merupakan kewajiban kepala daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, yang mengharuskan laporan disampaikan paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.

“Dalam rangka memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 pada Pasal 69 ayat (1), kepala daerah mempunyai kewajiban menyampaikan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ujar Eisti’anah saat Rapat Paripurna ke-7 Masa Sidang I Tahun 2026 di ruang rapat DPRD Demak, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan pembangunan tahun 2025 merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Demak 2021–2026 dengan visi “Demak Bermartabat, Maju, dan Sejahtera”. Visi tersebut diwujudkan melalui misi penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan lingkungan, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Sejumlah program unggulan menunjukkan capaian yang signifikan dan menjadi indikator kuat kinerja pemerintah daerah. Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan mencapai 98,07 persen dari target tahunan. Program inovasi daerah serta pemulihan ekonomi masyarakat bahkan berhasil mencapai target 100 persen. Selain itu, peningkatan ketenteraman dan ketertiban umum juga mencatat capaian tinggi sebesar 91,19 persen.

Dalam aspek keuangan daerah, realisasi pendapatan Kabupaten Demak tahun 2025 mencapai sekitar Rp2,6 triliun atau 101,93 persen dari target. Pendapatan Asli Daerah (PAD) melampaui target dengan capaian 113,58 persen. Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai sekitar Rp2,5 triliun atau 92,69 persen dari anggaran yang telah ditetapkan.

“Kami sampaikan laporan realisasi anggaran dan belanja daerah tahun 2025,” ungkapnya.

Dari sisi indikator makro, capaian pembangunan Kabupaten Demak juga menunjukkan tren yang semakin baik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 75,08, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Tengah. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 10,87 persen atau turun 1,02 poin dari tahun sebelumnya, sementara tingkat pengangguran menurun menjadi 4,58 persen.

Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat sebesar 6,99 persen. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita meningkat menjadi Rp30,65 juta. Selain itu, ketimpangan pendapatan yang diukur melalui Gini Ratio juga membaik dengan penurunan menjadi 0,277.

Di sektor kesehatan, capaian pembangunan turut menunjukkan hasil yang menggembirakan. Indeks kesehatan Kabupaten Demak mencapai 0,863 atau melampaui target yang ditetapkan. Angka harapan hidup meningkat menjadi 76,08 tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi.

Selain itu, angka kematian ibu (AKI) berhasil ditekan secara signifikan menjadi 38,11 per 100.000 kelahiran hidup, turun dari 48,50 pada tahun sebelumnya. Angka kematian bayi (AKB) tercatat sebesar 6,73 per 1.000 kelahiran hidup, yang masih didominasi oleh kasus berat badan lahir rendah (BBLR) dan asfiksia.

Pemerintah daerah terus mengintensifkan berbagai upaya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, antara lain melalui pendampingan ibu hamil berisiko tinggi, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Dalam penanganan stunting, prevalensi berdasarkan data E-PPGBM tahun 2025 tercatat sebesar 1,95 persen, jauh menurun dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar 10 persen.

Secara keseluruhan, Pemerintah Kabupaten Demak menilai capaian pembangunan tahun 2025 menunjukkan kinerja yang sangat baik. Keberhasilan ini tercermin dari meningkatnya kualitas layanan publik, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta membaiknya berbagai indikator kesejahteraan masyarakat. (Parno)

About Post Author