24 Juli 2024

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Dapat Tekanan Warga, Ketua Panitia Pilkades Sarirejo Guntur Mengundurkan Diri

Spread the love

Demak, Tren24reportase.com – Ratusan warga Desa Sarirejo Kecamatan Guntur Kabupaten Demak Jawa Tengah melakukan aksi demontrasi di Balai desa setempat akibat tidak lolosnya salah satu calon kepala desa bernama Jamingan. Sabtu (02-9-2023).

Peserta aksi terdiri dari ibu-ibu dan bapak- bapak tersebut mengaku tim dan pendukung dari Jamingan menginginkan hak-hak dari Jamingan supaya diloloskan untuk Pilihan Kepala Desa (Pilkades) di tahun 2023. Setelah Panitia kedua tidak meloloskan Jamingan, yang semula putusan pertama panitia Demak Dinpermades P2KB menyatakan sah atau meloloskan.

“Panitia pertama sudah mengesahkan, tapi terus panitia diganti, dan di panitia selanjutnya atau panitia kedua tidak meloloskan atau mengesahkan Pak Jamingan. Maka dari itu saya dari tim dan pendukung Pak Jamingan asli warga Sarirejo tidak menerima adanya ini” Kata Koordinator Aksi Muklisin.

Sebelumnya diketahui bahwa Panitia Pilkades menerima berkas pendaftaran saudara Sujari (incumben), Abdul Mutholib dan Jamingan, semua warga desa setempat. Ketua Panitia Pilkades yang lama Nur Salim, saat itu pada tanggal 5 Juli 2023 mengumumkan bahwa berkas ketiga Bakal Calon tersebut sah. Namun pada bulan yang sama pula, tiba-tiba Nursalim menggugurkan saudara Jamingan sebagai Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades).

Bacakades atas nama Jamingan dari dokumen pendaftaran, mendaftarkan memakai ijazah Paket C PKBM Al-Hikmah Nomor Induk Siswa (NIS) 1819006. Ijazah Paket C dikeluarkan pada tahun 2021. Dinas Pendidikan dan Dinpermades dan P2KB Kabupaten Demak juga sudah melegalisasikan serta mengesahkan dokumen Paket C saudara Jamingan sebagai syarat menjadi Bakal Calon Kepala Desa. Namun yang terjadi, Panitia saat itu menggugurkan saudara Jamingan sebagai Bacakades dengan alasan ijazah sebelumnya SLTP Sederajat dari Madrasah Diniyah Takmilyah Wustho tidak memenuhi keabsahan.

Sementara itu, Ketua Panitia Abdul Rohman Wahid mengakui proses tahapan Pilkades di desa Sarirejo dari mulai awal sampai tahapan saat ini memang berjalan cukup hangat. Hingga pada waktu itu Panitia Pilkades yang lama Nur Salim akhirnya mengundurkan diri. Setelah itu terbentuklah Panitia Pilkades yang baru, yang saat ini diketuai dirinya atau Abdul Rohman Wahid. Namun karena berbagai polemik yang tidak kunjung selesai, ia bersama Wakil dan Sekretaris Panitia Pilkades desa Sarirejo akhirnya juga mengundurkan diri.


Dengan mundurnya sebagai Panitia Pilkades, Abdul Rohman Wahid bersama tim siap bertanggung jawab, ia sudah tidak mau lagi mengikuti maupun melaksanakan tahapan Pilkades selanjutnya. Menurutnya kebijakan maupun keputusan Panitia yang lama saat itu menjadikan masyarakat bergejolak. Situasi yang tidak kondusif membuatnya sangat tertekan.

“Sudah tiga hari ini kami tidak bisa tidur, saya bersama rekan-rekan Panitia yang lain beserta Pengawas desa sudah beberapa kali kordinasi. Sampai akhirnya kami bersama pengawas berkomitmen agar tidak berkomunikasi terlalu intensif dengan semua bakal calon. Hal ini kami lakukan agar semua Panitia bersikap netral. Hari ini dengan sangat terpaksa komitmen tersebut telah kami langgar, kami siap menanggung sanksinya. Hari ini pula, saya mengundurkan diri sebagai ketua Panitia Pilkades desa Sarirejo”. Pungkasnya. (Parno)