10 Agustus 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

SDN Bojongsari 04 Biasakan
Salat Dhuha Berjamaah Sebelum Memulai Pelajaran

Spread the love

Kab.Bekasi, Tren24reportase.com-Ratusan pelajar SDN Bojongsari 04 saat menggelar shalat dhuha di halaman sekolah sebelum memulai kegiatan belajar mengajar, Agustus 5/8/2022.

Ratusan siswa SDN Negeri 04 Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi ternyata memiliki kebiasaan menggelar salat Dhuha sebelum memulai pelajaran, pagi-pagi sekali mereka sudah membawa perlengkapan ibadah.

Sejak dua tahun terakhir, Pemkab Bekasi memberlakukan kebijakan masuk sekolah pukul 06.00, Sehingga, suasana SDN tersebut sudah ramai sebelum pukul 06.00 Wib.

Salah seorang siswa kelas 2 di sekolah tersebut mengaku dirinya membawa peralatan shalat. Ia mengaku gembira dapat menjalankan Shalat tersebut bersama kawan-kawannya yang lain.

“Sama guru diminta bawa alat shalat sebelum masuk kelas,”Ucap Siswa, Hanya saja, usianya yang masih belia belum tahu maksud dan tujuan kebiasaan itu. “Enggak tahu, ikuti kata guru. Yang saya tahu shalat pagi itu shalat shubuh,” Ujarnya dengan polos.

Setidaknya, setiap hari Jumaat satu kali dalam seminggu para siswa ini membiasakan diri shalat dhuha sebelum belajar, Riska S. Pd selaku seorang guru agama di SDN Negri 04 Bojongsari tersebut mengatakan, “ibadah pagi sebelum belajar, salah satu pelajaran pendidikan agama, “Serta memperkenalkan siswa-siswa agar terbiasa shalat di luar shalat wajib.

Adapun shalat dhuha ini juga termasuk ke dalam konsep pendidikan berkarakter yang dicanangkan Pemkab Bekasi, memberlakukan kebijakan pembiasaan tersebut dilandasi dua hal. 

Pertama menurut dia, kaidah ilmu yang diperoleh secara material melalui perantara guru, alat peraga mata pelajaran, dan metode klasikal yang selama ini dijalankan. Sementara yang kedua adalah kaidah ilmu yang diperoleh secara spiritual melalui proses transendensi yang dijalani oleh pelajar di sekolah sehingga melahirkan transformasi energi dalam ruang batin para pelajar,”Ucap Riska

“Kalau ini tidak dilakukan, maka nalar spiritual anak-anak kita tidak akan pernah bisa terasah. Kelemahan sistem pendidikan kita ini kan tidak aplikatif, jadi cara ini kami tempuh agar pelajar mampu menangkap pelajaran dalam suasana kebatinan yang nyaman.

Kepsek Amih Suarsih S. Pd menambahkan, terdapat dua hal yang menjadi tujuan pemberlakuan kebijakan ini. Yakni, setiap pelajaran di sekolah harus berujung pada proses ‘tafakkur’ dan ‘tadabbur’. Sehingga ada benefit yang diperoleh pelajar dalam setiap mata pelajaran yang diterimanya,”Ucap Kepsek.

Pembiasaan Shalat Dhuha yang dimulai pada 06.30 memiliki nilai kerja keras karena dilakukan saat memulai aktifitas. Ia meyakini rezeki berupa ilmu akan diperoleh para pelajar SDN 04 jika konsisten menjalankan shalat dhuha.

“Iya konsisten dijalankan, karena dari rezeki ilmu itu kan kelak kita peroleh rezeki material juga. Bagi non muslim, tentu ada ruang untuk itu, silakan menjadikan pagi hari sebagai ruang kontemplatif agar diri kita siap menerima pelajaran,”kata Amih Suarsih.(Agus)

About Post Author