25 Juli 2024

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Kelabui Petugas, Mafia Minyak Jadikan Ruko Tempat Penimbunan BBM Solar Subsidi

Spread the love

Medan, tren24reportase.com – Bisnis BBM solar subsidi ilegal merupakan cara cepat untuk memperkaya diri. Kejahatan BBM solar subsidi ilegal itu terkesan sulit ditindak pihak berwenang, segudang alasan selalu dijadikan alasan. Jum’at (29/07/2022).

Seperti lokasi penimbunan BBM solar subsidi milik “J” di komplek perumahan Grahatama Twon jalan Kapten Rahmad Buddin Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan. Untuk mengelabui petugas, mafia BBM solar subsidi yang satu ini gunakan rumah ruko (Ruko) sebagai titik aktivitas ilegalnya.

Informasi yang dihimpun di lapangan (Masyarakat yang layak dipercaya-red) menyebutkan, BBM solar yang diduga kuat bersubsidi itu didapat dari salahsatu SPBU di Kecamatan Medan Marelan.

Informasi yang dihimpun, aktivitas gudang tempat penampungan BBM jenis Solar bersubsidi yang diduga ilegal itu mendapatkan pasokan BBM jenis Solar bersubsidi dari Sentra Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) disekitaran Kecamatan Medan Marelan.

“Solar itu diantar ke gudang (Lokasi di jajaran ruko jln Kapten Rahmad Buddin-red) dengan menggunakan mobil tangki, lalu ditimbun. Selanjutnya dijual ke parik-pabrik dan ke pemilik kapal besar dengan harga non subsidi. Pemilik gudang itu berinisial J dan aktivitas gudang itu sudah sejak satu tahun lalu,” beber sumber yang minta namanya tidak disebutkan (Demi keamanan-red).

Dikatakannya, akibat dari aktivitas gudang tempat penyimpanan BBM Solar bersubsidi itu, masyarakat dan nelayan kecil kerap kali kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar bersubsidi, sehingga nelayan terkendala untuk melaut.

“Itulah dampaknya bang, jadi terkendala nelayan kecil untuk melaut karena sulit mendapatkan BBM Solar bersubsidi,” sebut sumber sembari berharap agar polisi segera bertindak.

Mafia BBM solar subsidi yang satu itu tergolong berani. Aktivitas BBM solar digelar secara terang-terangan. Warga harapkan ada perhatian pihak berwenang.

“Kelompok mafia BBM tersebut semakin berani menampilkan kegiatannya.Bukan warga sekitar saja yang melihat truk tangki minyak keluar masuk ke gudang itu, tapi banyak pengguna jalan lainnya yang melihat itu”.

“Kalau aktivitasnya sudah lama dan sudah sering juga lokasi itu diberitakan awak media. Tapi itulah kami juga tidak tahu kenapa aparat penegak hukum khususnya Polres Pelabuhan Belawan belum bertindak. Ada apa dan kenapa kami tak tahulah itu. Namun kami berharap kepada Kapolda Sumut, mampu menindak tegas para mafia Siong minyak yang meresahkan masyarakat”, harap warga. (Man)