10 Agustus 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Lagi, Penelantaran Pasien BPJS “Terjadi” Di Kabupaten Bekasi

Spread the love

Siapa Yang Bertanggungjawab ???

Kab.Bekasi, Tren24reportase.com-Kasus ditelantarkannya pasien dan buruknya pelayanan rumah sakit bagi pasien menggunakan BPJS Kesehatan masih saja terjadi, hal ini juga yang banyak dirasakan sejumlah masyarakat.

Seperti hal yang dirasakan oleh salah seorang pasien pengguna BPJS asal Bekasi yang menghabiskan waktunya sia-sia tanpa mendapatkan pelayanan medis.

Bermula dari ibu “Nanda” pasien pengguna BPJS yang awalnya ingin melepas KB IUD Spiral miliknya ke Puskesmas, Namun dikarenakan Pasien ibu”Nanda” Memiliki BPJS Faskes Pertama bukan di Puskesmas , lalu pihak puskesmas meminta surat rujukan Horizontal kepada Pihak Faskes Pertama “Westerindo” yang ternyata Pihak Wasterindo tidak bisa mengeluarkan Surat Rujukan Horizontal ke Puskesmas, karena ada rumah sakit rujukan yang dituju/terdaftar pada sistem.

Ketika Pasien “Nda” Ingin Melakakuan pelepasan dan pemasangan KB IUD Spiral di Faskes Pertama “Wasterindo” Ternyata Faskes pertama tidak menyediakan untuk pelayanan KB IUD Spiral disana, kemudian Pihak Faskes Pertama Wasterindo mengeluarkan Surat Rujukan ke RS yang bekerjasama dengan BPJS yaitu RS.Harapan Keluarga.

Setelah mendapat surat rujukan dari Pihak Faskes Pertama “Wasterindo” Ke RS. Harapan Keluarga, Pasien ibu Nanda ini bergegas ke RS Tersebut, dengan mengikuti aturan yang ada harus bolak balik untuk memintai tanda tangan maupun stampel “Lagi” Dan fotocopy ini itu dan membeli materai untuk membuat surat Kronologi.

Namun sangat disayangkan,setelah melengkapi semua persyaratan yang diminta oleh RS.Harapan Keluarga, pasien ibu”Nanda” Sampai jam 2 Siang tak kunjung mendapat pelayanan dari Dokter yang dituju, dan ujung-ujung nya pasien harus dikembalikan ke Faskes Pertama alias DITOLAK dikarenakan alasan Pihak Faskes Pertama tidak jelas “Ko tidak bisa menangani, kok langsung ke RS, tidak usah buka aja kalau gitu saja tidak ada pelayanan, ucap salah seorang Petugas di RS. Harapan Keluarga. Kemudian Pasien ibu Nanda Bertanya kenapa sampai bisa dirinya ditolak dan tidak bisa dilayani, padahal sudah jelas Surat Rujukan sudah ditangan, pihak RS menjawab. “Dari pihak BPJS nya yang menolak bu, silahkan ibu kembali ke faskes 1 dan minta ditangani disana.ungkap nya.. Padahal sudah jelas pihak RS. Harapan Keluarga mendengar alasan dari Dokter Pihak Faskes Pertama kalau tidak adanya pelayanan atau tidak ada alat untuk KB IUD Spiral di Faskes Pertama., namun pihak RS. Harapan Keluarga tetap menolak.

Kemudian pasien tetap mengikuti aturan dengan terpaksa kembali ke pihak faskes pertama “wasterindo” Untuk meminta kejelasan nasibnya.

Tak lama kemudian pihak faskes pertama “wasterindo” menyarankan untuk ke Klinik lain yaitu klinik Anissa, dengan heran pasien bertanya “loh ko kenapa jadi Klinik lain yang jauh yang malah melayani.? Lalu apa guna nya Faskes serta RS Rujukan.?kenapa saya harus di oper sana sini dulu kalau ujung-ujung nya Klinik yang menangani, Ungkap kesal pasien ibu Nanda.

Tak banyak berkata pasien ibu Nanda dengan kesal langsung mendatangi Pihak klinik yang disarankan, setelah sesampainya diKlinik Anissa, betapa kagetnya justru pelayanan klinik lain lah yang melayani dengan baik tanpa persyartan ini itu hanya dimintai Kartu BPJS Pasien saja.

Mendengar keluhan yang dialami oleh pasien pengguna BPJS bagaikan bola yang ditendang sana-sini, pihak media Reportase Nasional Group mencoba mengkonfirmasi kepada pihak Humas BPJS, namun sampai dengan berita ini ditayangkan belum ada tanggapan dari pihak BPJS terkait.(Red)

About Post Author