23 Mei 2024

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Kejari Lamtim Gelar Germas Dalam Rangka Hari Bhakti Adhyaksa ke-62 dan Hut IAD ke-22

Spread the love

Lamtim, Tren24reportase.com–Mewakili Bupati Lamatim Kepala Dinas Kesehatan Dr. Satya Purna Nugraha menyampikan,  Sejalan dengan prioritas Nasional, salah satu prioritas pembangunan kesehatan dalam rencana pembangunan jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 adalah Peningkatan kesehatan ibu, anak, KB, dan kesehatan reproduksi Percepatan perbaikan gizi masyarakat/ Pencegahan Stunting, Peningkatan pengendalian penyakit, Pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang hari ini sama sama kita laksanakan dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa ke- 62 dan HUT IAD ke 22.

Tujuan yang ingin dicapai melalui GERMAS ini, menurunkan beban penyakit, menurunkan beban biaya pelayanan kesehatan, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan menekan peningkatan beban finansial masyarakat untuk pengeluaran kesehatan. Adapun tujuan secara khususnya adalah untuk menurunkan resiko utama penyakit menular dan tidak menular.

Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam baksos hari ini antara lain:

  1. Pengukuhan Duta Bapak Asuh Anak Stunting.
  2. Donor Darah.
  3. Khitan Gratis.
  4. Pelayanan Posyandu bagi Balita.
  5. Pelayanan Kesehatan bagi ibu Hamil.
  6. Pelayanan Kesehatan bagi Lansia.
  7. Pemberian Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri

Peserta dari kampanye Germas dan Bhakti Sosial hari ini adalah dari 5 Kecamatan yang meliputi wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Nuban, Sukadana, Pakuan Aji, Donomulyo, Tambah Subur, dan Purbolinggo. Sedangkan Tim pemberi pelayanan adalah dari Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Organisasi Profesi yang terdiri dari IDI, IB dan PPNI.

Terkait intervensi stunting, saat ini kita memprioritaskan 1000 HPK Sebagal periode utama untuk pencegahan stunting. Namun, karena stunting merupakan hasil dari permasalahan gizi secara kronis, idealnya, pencegahan stunting seharusnya dimulai lebih awal lagi, lebih ke hulu yaitu pada masa remaja. 

Pendidikan kesehatan dan perubahan perilaku pada remaja menjadi kunci keberhasilan dalam mempersiapkan calon generasi yang bebas dari stunting Untuk mencegah stunting, dikenal dua kategori intervensi, yaitu spesifik dan sensitif. Intervensi spesifik berkenaan dengan intervensi kesehatan dan berkontribusi hanya 30% dalam penurunan stunting sedangkan intervensi sensitif mencakup intervensi non kesehatan yang berkontribusi 60% terhadap penurunan stunting. Dengan kata lain, pendekatan multisektor menjadi hal yang sangat krusial dalam pencegahan dan penurunan stunting. Kompleksnya masalah stunting dan banyaknya stakeholder yang terkait dalam intervensi gizi spesifik dan sensitif memerlukan pelaksanaan yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu, dan bersama-sama kepada sasaran prioritas.

Intervensi tersebut dilakukan dengan menyelaraskan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan pengendalian kegiatan, dan pada hari ini kami mengapresiasi setinggi-tingginya dan mengucapkan banyak terimakasih kepada keluarga besar Kejaksaan Negeri Sukadana yang sudah berkoordinasi dengan OPD-OPD terkait sehingga dapat terselenggara Kampanye Germas dan Bhakti Sosial pada hari ini. 

Semoga Baksos ini banyak memberikan manfaat bagi masyarakat disekitar kita, dan saya mengucapkan “Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-62 dan HUT IAD ke-22” Sukses Selalu Untuk Semuanya. (Decxy)

About Post Author