18 Agustus 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Toleransi, Gereja Tak Gelar Kebaktian Pagi dan Siang Agar Umat Muslim Bisa Shalat Idul Adha

Spread the love

Solo, Tren24reportase.com-Sikap saling toleransi dan menjaga keharmonisan antarumat beragama dilaksanakan pengurus Masjid Al Hikmah Keratonan Solo dan Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan Solo. Salah satunya saat momentum Hari Raya Idul Adha.

Rencananya pada Ahad 10 Juli 2022, pihak Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan meniadakan ibadah kebaktian pagi dan siang hari agar pada waktu tersebut umat Islam dapat melaksanakan Salat Idul Adha, sekaligus penyembelihan hewan kurban yang digelar di depan gereja maupun masjid.

Sebagai informasi, Masjid Al Hikmah Keratonan Solo dan Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan sama-sama berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Solo Jawa Tengah dan bersebelahan.

Pendeta Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan Solo Nunung Istining Hyang mengemukakan, ditiadakannya jadwal kebaktian pada pagi dan siang hari saat Idul Adha tersebut memang sudah dikoordinasikan antara pihak pengurus gereja dengan Masjid Al Hikmah.

“Koordinasi sudah jauh hari, antara pengurus masjid dan gereja. Karena kalau di kalender itu kan tanggal 9 ya Idul Adhanya. Tapi setelah ada pengumuman dari pemerintah bahwa Idul Adha jatuh pada hari Minggu dan kemudian koordinasi lagi dengan pengurus masjid bahwa penyelenggaraan Solag Ied juga hari Minggu, maka pada hari itu gereja meniadakan kebaktian pagi dan siang, tapi untuk kebaktian sore dan malam dilaksanakan, yaitu pukul 16.00 dan 18.30,” ujar Nunung di Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan Solo, Jumat, 8 Juli 2022.

Nunung menjelaskan hal itu memang berbeda dengan saat Idul Fitri di mana jadwal kebaktian hanya ditiadakan pada pagi hari. “Kalau Idul Fitri itu kan hanya Salat Id di pagi hari, maka saat itu yang ditiadakan hanya kebaktian pagi, untuk kebaktian siang, sore, dan malam bisa diadakan. Sedangkan saat Idul Adha, setelah Salat Id dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban,” kata dia.

Nunung menyatakan itu merupakan hal biasa yang selalu dilaksanakan oleh pihak pengurus gereja maupun masjid karena saling menjaga keharmonisan. Dari para jemaat gereja pun diakui Nunung, tidak ada komplain terhadap kondisi tersebut.

Ya kita memang berkomitmen untuk selalu menjaga keharmonisan ini bersama-sama ya,” ujar dia.

Bahkan Nunung mengatakan pihak gereja juga tidak keberatan ketika hewan-hewan kurban ditempatkan di depan tempat ibadah tersebut.

Untuk hewan kurban juga sudah beberapa tahun ini biasanya ditempatkan di depan gereja dan masjid. Itu juga tidak ada masalah. Karena kan juga hanya sehari ya dan nanti kan dibersihkan juga,” katanya.

Imam Masjid Al Hikmah Keratonan Solo, Muhammad Soeqhodi membenarkan bahwa pengurus masjid tersebut akan menyelenggarakan Salat Idul Adha yang bertepatan dengan Ahad, 10 Juli 2022.

Dari koordinasi antarpihak gereja dengan masjid, Soeqhodi mengatakan semuanya bisa berjalan dengan baik. Penggunaan depan gereja untuk salat dan tempat hewan kurban juga telah diizinkan oleh pengurus gereja dan biasanya gereja juga akan memundurkan jadwal kegiatan ibadahnya menjadi siang hari.

“Memang selama ini kami saling menjaga dengan selalu berkoordinasi. Hal itu juga sudah dilakukan sejak dari para pendahulu kita, menjaga kebersamaan dalam perbedaan. Kalau sama, rukun itu wajar, tapi ini beda, rukun, tentu luar biasa,” ungkap Soeqhodi.

Soeqhodi menyebut pengurus masjid akan mulai menerima hewan kurban mulai Sabtu, 9 Juli 2022 sore. Pihaknya mencatat ada sebanyak 7 sapi untuk dijadikan hewan kurban.

“Kalau untuk kambing besok baru bisa kami ketahui jumlahnya,” ujar Soeqhodi.(Red)

About Post Author