4 Juli 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Jalan Alternatif Jembatan Watrupun Ditutup, Akses Kendaraan Terputus

Spread the love


MBD, tren24reportase.com-Jalan alternatif jembatan watrupun yang sering dilalui kendaraan roda dua dan roda empat di Dusun watrupun kecamatan PP Babar kabupaten Maluku barat daya akhirnya Disasi (ditutup) pemilik lahan.

Padahal jalan alternatif tersebut berada pada jalur utama trans babar.Jalan alternatif ditutup oleh pemilik lahan pada hari Jumat 17, Juni 2022 PKL 16.00 WIT.

Andi mose warga desa Letsiara selaku pemilik lahan ketika dikonfirmasi oleh wartawan media tren24reportase terkait pemasangan janur kuning sebagai tanda larangan, mengaku ia melakukan hal tersebut karena ia merasa pemerintah seakan tutup mata terhadap keselamatan pengguna jalan yang melewati jalan tersebut sehingga ia harus menutup jalan.

Beliau berharap kepada pemerintah bahwa jika belum ada anggaran untuk membangun jembatan ya minimal pemerintah membangun jembatan alternatif yang layak di atas jembatan yang sudah ambruk sejak tahun 2017.
Lagipula pembuatan jalan alternatif yang di gunakan saat ini hanya di izinkan selama satu bulan untuk membangun jembatan alternatif diatas jembatan yang rusak, mengingat jalan alternatif yang sekarang di gunakan bersinggungan langsung dengan Rumah anaknya, anak sering mengeluh karena mobil yang lewat juga biasa menyenggol atap rumahnya.

Disamping itu sudah pernah terjadi kecelakaan mobil pada bulan Desember tahun 2021, tapi pemerintah kecamatan terkesan menutup mata.Ia berharap semoga dengan ditutupnya jalan tersebut pemerintah kecamatan dapat mengambil langkah untuk membangun jembatan alternatif yang layak di atas jembatan yang rusak.

Para sopir yang mobilnya tertahan akibat ditutupnya jalan alternatif yang saat ini digunakan bisa mendesak pemerintah provinsi Maluku agar bisa segera membangun jembatan yang rusak dan sudah menjelang lima tahun tanpa ada perhatian dari pemerintah.


Salah satu warga dusun watrupun yang sering melihat saudara mereka dari Babar timur yang harus berjibaku dengan kondisi banjir, meminta anggota DPRD jangan tutup mata dengan keadaan ini, karena keadaan ini sudah berjan lima tahun.


Ia juga berharap dengan di tutupnya jalan alternatif oleh pemilik lahan dapat menggugat pemerintah terutama pemerintah provinsi Maluku, diharapkan dapat berkoordinasi dengan semua pihak di kecamatan untuk membangun jembatan alternatif yang layak.(Eki)