4 Juli 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Sanggar Budaya “Baran Tawan” Adonara Menjadi Pintu masuk Perdamaian Antar Desa Konflik Di Pulau Adonara

Spread the love

Tren24reportase.com, Flores Timur- Pulau Adonara terkenal dengan predikat pulau pembunuh seperti yang diungkap oleh ernest vatter dalam bukunya bertajuk ‘Demon und Paji'(bahaaa jerman:Demon dan paji) menjadikan Generasi anak kandung Adonara pada zaman kini merasa terusik, hingga lewat diskusi panjang dari berbagai kalangan anak Adonara yang tersebar diberbagai penjuru tanah air, memandang perlu dan penting untuk menyingkap Predikat ‘Pulau pembunuh ini sudah selayaknya dirubah dengan menjadikan instrumen Budaya dalam ragam kebudayaan ini menjadi tangga estafet perdamaian dapat diwujudnyatakan.

Perubahan zaman dari waktu ke waktu inilah yang memicu inspirasi muncul pada tataran generasi milenial seperti kelompok ‘Epu’ Orin'(bhs Lamaholot Adonara pondok diskusi) terpatri dalam benak seorang Rudy Tokan.Tokoh Muda baniadam Kelake Adopehan dengan Kewae Sode Bolen ini berkiprah dalam dunia budaya telah cukup makan garam soal sejarah budaya Lamaholot dan telah melakukan Diskusi bergengsi ini, rupanya mampu menularkan banyak kaum intelektual Adonara seperti mantan Wakil Bupati Flores Timur periode 2017/2022 Agustinus Payong Boli,SH.,MH sebagai inspirator membentuk forum diskusi untuk menghilangkan budaya membunuh ala budaya Adonara, maka lahirlah sebuah sanggar dengan nama “Sanggar Budaya Baran Tawan Adonara”, dengan melibatkan delapan Kecamatan di pulau Adonara saat kini.

Diyakini sungguh bahwa dengan adanya Sanggar Budaya Baran Tawan Adonara ini mampu menjadikan Generasi Adonara masa depan yang Asri, ungkap pengurus Sanggar Baran Tawan Dominikus Daton Doni kepala desa Helanlangowuyo Kecamatan lle Boleng. “Kami yakin bahwa konflik masyarakat Adonara sangat rumit dihentikan dengan menerapkan hukum positip sekalipun, namun dengan budaya ‘Solè’ oha’ dan ‘Lian Naman’ dalam budaya kita orang Lamaholot”,ujar Daton Doni.

Dalam mengulang sebuah peristiwa tertuang lewat “Sole’ Oha’ “atau dan ‘Lian Naman’ tadi justru syair sastra Lamaholot sangat mampu menyadarkan masyarakatnya terhadap pelaku konflik berdarah yang telah terjadi, kini dapat merekatkan kembali persaudaraan dan kekeluargaan yang ceraiberai akibat konflik berdarah tadi”,bener Daton Doni pada acara Safari Budaya yang terjadi di Desa Watoone, minggu 12 Juni 2022 di halaman Kapala Watoone. Daton Doni berharap bahwa dengan adanya Sanggar Budaya Baran Tawan Adonara ini dapat mengajak lebih banyak lagi masyarakat untuk bergabung dan merapatkan barisan demi tercapainya Perdamaian dan Kenyamanan Kehidupan Masyarakat Lamaholot yang Asri pada Umumnya dan Adonara pada Khususnya,ujar Daton Doni pada bagian akhir sambutannya.(Bernad)