7 Juli 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Ketua DPP GWI Kutuk Keras Penganiayaan Terhadap Wartawan Di Tapanuli Tengah

Spread the love

Jakarta, Tren24reportase.com – Tapanuli Tengah terus memanas, banyak kejadian yang sudah terjadi di wilayah hukum Polres Tapanuli Tengah.

Mulai dari kasus pembacokan rekan Arpan Panjaitan oleh Orang Tak Kenal (OTK), pembakaran satu unit mobil dumtruck milik Apul Marbun, penculikan saudara Ametro Pandiangan hingga kembali terulang pembacokan terhadap rekan jurnalis.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) Bintang JB saat ditemui di kantornya 20/5/22 mengatakan mengutuk keras aksi kekerasan terhadap Wartawan.” Tindakan Kekerasan Terhadap Wartawan tidak dapat ditolerir ” Bintang JB mendesak Polres Tapteng segera menangkap Pelaku. terlebih aksi Pembacokan terindikasi akibat dari Pemberitaan yang ditulis korban, ujarnya.

Dikutip disalah satu akun sosial medianya, Charles Pardede menyampaikan “Horas diakka famili jala tondong hu (salam untuk kita semua, red) yang turut merasakan sakit yang kualami atas perbuatan orang suruhan oknum itu, ku ucapkan terimakasi saudara/ku”.

Hari ini aku seorang Jurnalis media online Metrodua.com, saya bermandikan darah dan ditangisi oleh istri tercintaku disaat di RSUD Pandan. Dimana selama ini aku selalu jadi korban teror dan penganiayaan, mobil saya hangus dibakar dan seluruh kejadiannya di wilayah hukum Polres Tapteng, bahkan saya masuk bui di Lapas Tukka atas laporan Bakhtiar Ahmad Sibarani, namun saya terus berikrar atas nama Almarhum Ayah dan Ibu ku, “saya tidak akan gentar sedikitpun walau nyawa ku taruhannya” ungkapnya.

Kita yakin dan percayalah saudara/i ku, bahwa setiap kejahatan tidak akan pernah menang walau selalu terdepan, dan kita juga yakin bahwa suatu ketika kebenaran itu akan menyalib kejahatan.

Jadi perlu kusampaikan kepada saudara/i netizen dan saudara/i yang satu berprofesi sebagai Wartawan dan para aktivis penggiat anti Korupsi, “Janganlah pernah takut menyatakan dan menyuarakan kebenaran walau itu pahit rasanya” dan pasti ketika kita menyatakan kebenaran dan berbagai persoalan pun menghadangmu seperti diriku dan teman-teman lain yang hingga ada meninggal dunia, tapi bila kita takut mengatakan kebenaran itu, maka kejahatan itu tidak akan pernah berhenti di Bumi Tapteng kita tercinta. (BJB)