7 Desember 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Polisi Amankan Pembuat Ratusan Kilogram Bubuk Obat Petasan Di Guntur Demak

Spread the love

Demak, Tren24reportase.com – Polres Demak Provinsi Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus peredaran bahan peledak atau serbuk petasan diwilayah Kecamatan Guntur, 5 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono mengatakan dua orang dari lima tersangka sudah diamankan, sedang tiga tersangka lainnya masih dalam pengejaran petugas (DPO). Dua tersangka yang berhasil diamankan yaitu Abdul Latif (22) dan Rustam (35) keduanya Warga Desa Turitempel Kecamatan Guntur Kabupaten Demak.

“Dilokasi kita menangkap satu pelaku atas nama Abdul latif yang sedang mengangkat bubuk obat petasan dan selanjutnya baru tadi siang ini kita mengamankan Rustam” Kata Budi Adhy Buono Saat gelar perkara di Pendopo Parama Satwika Polres Demak.

Budi menjelaskan, pada hari Jum’at 22 April 2022 anggota piket reskrim Polres Demak mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Desa Turitempel Kecamatan Guntur ada beberapa orang yang sedang melakukan pembuatan bubuk obat petasan di sekitaran persawahan atau kebon. Selanjutnya piket reskrim melaporkan hal tetsebut kepada Kasatreskrim Polres Demak yang selanjutnya memerintahkan team resmob untuk mengecek kebenaran laporan tersebut dan melakukan pengintaian setelah dilakukan ternyata ada terlapor sedang melakukan pembuatan bubuk obat petasan,

” kita mendapati informasi dari masyarakat, selanjutnya kita melakukan pengintaian serta melakukan penggrebekan lokasi pembuatan bubuk obat petasan tersebut dan menangkap satu orang serta mengamankan barang bukti” ungkap Budi.

Bubuk obat petasan tersebut akan diperjualbelikan di wilayah Kabupaten Demak dan diluar wilayah Kabupaten Demak sesuai pesanan.

Selain mengamankan tersangka, Polisi mengamankan barang bukti Bubuk obat petasan dengan berat +- 40 kg, timbangan bebek 1 buah, jaring berwarna hijau 1 buah, terpal berwarna biru 1 buah dan corong buatan 1 buah serta kantong plastik ukuran 23×35-3 kg.

Sementara itu, dihadapan Polisi tersangka Abdul Latif mengaku sudah lima kali membuat bubuk obat petasan, sekali membuat bisa mencapai kisaran 40-50 kg.

“Saya hanya membuat dan sekali membuat saya dikasih upah 300 ribu” ujar Abdul Latif.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI No. 12 tahun 1951 tentang tindak pidana tanpa hak membawa, menguasai, menyimpan suatu bahan peledak dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun. (Parno)

About Post Author