18 Mei 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Penyaluran Bantuan Migor Desa Tapos Diduga Syarat Penyimpangan

Spread the love

Kab. Bogor, Tren24reportase.com – Aparat hukum” Kejaksaan Negeri Cobinong dan Kapolres Bogor diminta usut tuntas dugaan penyimpangan penyaluran bansos(migor) didesa Tapos Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Penyaluran Bansos (migor) yang dilaksanakan didalam kantor desa didunga menyalahi prosedur. Warga penerima mamfaat diarahkan agar mengembalikan uang bantuan tersebut kepada oknum staf desa yang sudah menunggu disebelah meja pegawai kantor pos dan giro.

Video : Suasana penyerahan BLT Minyak Goreng di Desa Tapos, Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor.

Setelah uang tersebut diserahkan ke oknum staf desa. Staf desa memberikan bingkisan, bingkisan kantong plastik warna hitam tersebut berisi 2 bungkus gula pasir, 2 bungkus terigu, 1 bungkus kacang tanah, minyak goreng 6 liter.

KPM diberikan kupon untuk mengambil beras di depan kantor desa, serta pengembalian uang Rp. 140.000. Beberapa awak media hadir pada saat penyaluran mingor dikantor desa disebabkan ada kelainan cara penyaluran bansos yang bernilai Rp. 500.000.

Beberapa awak media mewawancarai penerima mamfaat didepan kantor Desa, warga tidak mengetahui awaknya akan diberikan sembako karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Kami juga merasa kanget, uang ditarik kembali oleh pihak desa, ujarnya, 25/4/22.

Harga dan jumlah pembelanjaan kami tidak tau, kami diberikan barang sembako saja serta uang pengembalian Rp. 140.000 tutur KPM. Tanya saja sama bendahara Desa, sebelumnya juga pencairannya di rumah bendahara, pungkasnya.

Bendahara Desa saat mau dikonfirmasi enggan memberikan keterangan. Tidak usah dikonfirmasilah kang, ujar sekdes. Kepala Desa sebagai penanggungjawab pemerintah di desa Tapos, saat didatangi diruangannya, untuk dikonfirmasi tentang penyaluran bansos (migor) yang ditukar dengan sembako yang diduga dilakukan oleh anak buahnya.

Ruangan kades tekunci, imformasi kepala desa sedang ada urusan di kota. Salah satu pelayanan sembako sempat ditayai apakah dirinya staf desa atau bukan, dirinya menjawab, bukan staf desa, dirinya mengaku anak buah dari bendahara desa.

Apa yang ditemukan didesa Tapos pada saat pencairan bansos migor patut didunga oknum staf telah menyalahgunakan wewenang. Oknum staf Desa diduga memanfaatkan jabatannya untuk mencari keuntungan, kantor Desa dijadikan E- warung. Padahal sangat jelas himbauan dari pemerintah, warga bebas belanja kemana saja sesuai dengan kebutuhan.

Kejari Cibinong diminta bekerja sama dengan Kapolres Bogor untuk mengusut dugaan penyimpangan penyaluran bansos di desa Tapos Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor.

Undang-undang nomor 13 tahun 2011 tentang penanganan fakir miskin akan diancam 5 tahun atau 500 juta rupiah denda. (Arifin Lubis)