7 Desember 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Kelompok Geng Motor Yang Tewaskan Pekerja Bengkel Ditangkap Polisi, “Masalahnya Gara-Gara Knalpot Blong”

Spread the love

Medan, tren24reportase.com – Tim gabungan yang terdiri dari Polda Sumut, Polres Pelabuhan Belawan, dan Polsek Medan Labuhan tangkap sejumlah kelompok geng motor yang aniaya pekerja bengkel (Retno Suwito-red) hingga tewas. Kamis (21/04/2022) sekitar pukul 07.00 Wib.

Informasi yang dihimpun wartawan media tren24reportase.com di lapangan, 7 orang yang merupakan bagian gerombolan pelaku warga Kecamatan Medan Belawan ditangkap dari berbagai lokasi secara terpisah. Kawanan geng motor yang sangat meresahkan masyarakat itu dibekuk tim gabungan dari Polres Pelabuhan Belawan yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Rudi Syahputra.

“Sudah tujuh orang yang kita amankan, dua di antaranya merupakan otak pelaku. Saat ini kita sudah mengamankan mereka dan melakukan pemeriksaan. Kita masih melihat apakah ada tersangka lainnya, kalau memang ada akan kita lakukan pengembangan,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Rudi Sahputra pada wartawan.

Dijelaskannya, pasca kejadian itu pihaknya langsung turun ke lapangan untuk menyelidiki sejumlah pelaku. Berdasarkan keterangan salah satu pelaku yang diamankan, pihaknya mengantongi sejumlah identitas pelaku. Dalam waktu singkat, seluruh personel menyebar melakukan penangkapan masing-masing pelaku di lokasi terpisah.

“Berkat kerja keras para personel jajaran dan tim gabungan, ketujuh tersangka sudah kita amankan. Kita berharap masyarakat dapat mempercayai pengungkapan kasus ini kepada Polisi, seluruh pelaku akan kita proses sesuai perbuatannya untuk mendapat ganjaran hukum yang telah mereka lakukan,” jelas Rudi saat ditanya wartawan.

Sekedar diketahui, perbuatan sadis yang dilakukan para anggota geng motor yang dialami Retno Suwito dipicu persoalan knalpot blong sepeda motor milik korban.

Ketika itu, korban membawa istrinya dengan kedua anaknya jalan-jalan ke arah Marelan mengendarai sepeda motor Yamaha Scorpio dimana knalpot sepeda motor tersebut blong. Mereka beriringan dengan ipar korban, Rasit.

Saat korban melintas di Simpang Titipapan, korban dipepet beberapa unit sepeda motor dari kawanan geng motor yang berboncengan.

Pelaku marah dengan korban karena knalpot sepeda motornya bising, sehingga terjadir saling hardik antara korban dan pelaku. Korban pun langsung memacu sepeda motornya sampai ke Simpang Kantor dan mampir di warung penjual minuman jamu.

Selompok pelaku tersebut memutar balik arah mengejar korban ke Simpang Kantor arah Jalan Iliyas, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan. Beberapa dari pelaku kemudian memanggil korban yang dibonceng istrinya bersama kedua anaknya saat menuju pulang ke rumahnya.

“Saat korban di simpang Sei Mati, sambil memaki korban, pelaku terus mengikuti korban. Tepatnya di depan gudang truk trado (Sebelum rel kereta api-red), korban dipepet para pelaku sehingga terjatuh bersama kedua anak dan istrinya,” jelas Kabid Humas Polda Sumut, Hadi.

“Saat itu, korban dianiaya para pelaku. korban sempat berlari namun tetap dikejar pelaku sampai korban terjatuh ke parit. Kemudian para pelaku melarikan diri dan masyarakat membantu korban membawa ke RSU Delima,” terang Humas Polda Sumut tersebut.

Kejadian pembantaian pekerja bengkel di hadapan istri dan anaknya itu terekam kamera CCTV pengawas yang terpasang di lokasi kejadian dan sempat viral di media sosial. Selanjutnya tim gabungan Polres Pelabuhan Belawan melakukan pengejaran dan penangkapan kawanan geng motor yang melakukan pembantaian sadis tersebut. Hingga kini Polisi terus mengejar gerombolan pelaku lainnya. (Man)

About Post Author