18 Mei 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Btk Disebut-Sebut Cukong Judi Tembak Ikan Terbesar Di Medan

Spread the love

Medan, Tren24reportase.com – Btk (48) warga Medan (Warga turunan) disebut-sebut cukong judi tembak ikan di Medan sekitarnya. Tidak tanggung-tanggung, cukong tersebut kelola lokasi judi tembak ikan mencapai sekitar 50 titik. Polisi belum berhasil ungkap aktor judi tembak ikan terbesar di Medan itu. Diyakini masih dalam pengintaian. Selasa (01/03/2022) pukul 12.00 Wib.

“Btk itu bandar judi yang tergolong pintar lobi sana-sini dan banyak teman orang atasan sehingga usahanya (Kelola judi tembak ikan-red) berkembang dan aman, tidak sedikit yang pakai bendera beliau demi keamanan itu”.

Demikian dikatakan oleh sumber yang tidak mau disebutkan namanya, lokasi peraktek judi tembak ikan milik Btk terbanyak ditemukan di daerah Medan bagian Utara.

“Dimana-mana ada dia (Btk) punya, yang terbanyak itu di daerah Medan bagian Utara (Mesin judi tembak ikan-red)”, sambung sumber.

Pantauan wartawan tren24reportase.com di lapangan, di daerah Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Gabion Belawan terdapat sejumlah titik lokasi peraktek judi tembak ikan, begitu juga di daerah Belawan sekitarnya, orang-orang sebut mesin judi di sejumlah titik itu milik Btk.

Lokasi peraktek judi tembak ikan milik Btk juga terdapat di wilayah Kecamatan Medan Labuhan dan di Kecamatan Medan Marelan, serta di Kecamatan Medan Deli.

Di seluruh titik lokasi tempat peraktek judi tembak ikan tersebut, Btk gunakan orang kepercayaan yang kemudian setor hasil padanya, seperti lokasi judi tembak ikan di warung kopi di lingkungan 32 Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan. Pengelolanya berinisial Ah, sedangkan cukong judi tersebut berinisial Btk.

Menanggapi bebasnya peraktek judi tembak ikan di Medan Utara, Ustadz Muslim Kelurahan Pekan Labuhan harapkan keseriusan Polri dalam pemberantasan peraktek judi.

“Instruksi Kapolri sudah diedarkan ke jajaran Polda se-Indonesia untuk memberantas segala bentuk permainan judi, ini perlu keseriusan yang tinggi dalam pelaksanaannya, semoga saja tidak ada pembiaran khususnya di Medan Utara”, kata Ustadz Muslim. (Man)