1 Juli 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

FW & LSM Kalbar Indonesia : Minta Kapolri Berikan Rasa Keadilan Masyarakat

Spread the love

Pontianak, Tren24Reportase.com – Sekretaris Jenderal Forum Wartawan dan Lembaga Swadaya masyarakat (FW & LSM) Kalbar- Indonesia, Wan Daly Suwandi meminta Kapolri Jendral Listyo Sigit dapat memberikan rasa keadilan terhadap masyarakat Tim Mabes Polri datang ke Kalbar hanya menangkap satu sampan kecil yang membawa kayu yang sudah di olah untuk buat rumah.

Hal ini disampaikannya dengan adanya penangkapan seorang nelayan kecil yang membeli kayu dari Somil untuk kebutuhan mendirikan rumahnya dengan menggunakan sebuah sampan menelusuri sungai untuk menuju kampungnya.

Akan tetapi dalam perjalanannya  ditangkap Tim yang mengaku dari Mabes Polri dengan alasan tidak dapat menunjukan dokumen yang diminta .

Padahal Rasip sudah menjelaskannya bahwa kayunya dibeli dari sebuah Saw Mill milik Atu dan ada bon belanja nya .

Tetapi Polisi dari Tim Mabes Polri tidak peduli dengan keterangan dan penjelasan yang disampaikannya Hingga dibawa ke Polda dan dimasukan dalam Sel Polda Kalbar.

Dengan adanya kejadian ini Sekjen Forum Wartawan & LSM Kalbar Indonesia Wan Daly Suwandi sangat menyesalkan nya karena dari kronologisnya Rasip bukanlah seorang pengusaha kayu melainkan membeli kayu untuk memenuhi kebutuhannya  membangun rumah.

Menurut Wawan atau biasa dipanggil Wan Daly sapaan akrabnya kalaupun secara hukum Rasip harus ditangkap dan ditahan polisi karena tidak dapat menunjukan dokumen kayu yang diminta .

Pertanyaannya apakah si pembeli atau si penjual yang harus melengkapi dokumen kayu yang diminta ? 

Lalu darimana asal usul kayu tersebut ?

Sementara si Penjualnya tidak tersentuh oleh hukum ,dengan alasan bukan kewenangan nya pol air kalau di darat .

Selain itu  Wan Daly juga mempertanyakan ,apakah Pol Air dengan Polisi yang memiliki kewengan di darat tidak dapat melakukan koordinasi ?

Bukankan sama-sama Polisi Negara Republik Indonesia ?

Untuk itu pihaknya minta ke Kapolri untuk melakukan pengecekan serta meng evaluasi terhadap anggota nya  dari Mabes Polri ,masa ditugaskan Ke Kalbar hanya bisa menangkap pembawa kayu yang hanya menggunakan sampan kecil ?

Wawan menilai, penangkapan yang dilakukan oleh Tim Mabes Polri itu tak lebih hanya menguras sumber daya yang dimiliki oleh negara. Sementara, masih banyak kasus-kasus besar menumpuk di Kalbar ini yang telah lama menunggu sikap tegas pihak Mabes Polri.

“Masa sih harus tim dari Mabes Polri yang turun? Sekelas Mabes Polri loh ini? 

Kalau hanya untuk menangkap satu sampan kecil bawa kayu, sangat disayangkan, buang-buang sumber daya saja. Masih banyak kasus besar di Kalbar ini yang mengantre tindakan responsif dari Mabes Polri,”

Jujur, Wawan mengaku tak habis pikir dengan kasus yang ditangani oleh Mabes Polri yang satu ini. 

Tanpa bermaksud meremehkan suatu kasus, namun penangkapan seorang Rasip alias Asep tersebut dinilai terlalu kecil bagi sumber daya negara yang begitu besar.

“Kita berharap tadinya Mabes Polri menangkap para pelaku aksi pembalakan hutan, menangkap cukong-cukong PETI, kongkalikong mafia lahan yang meresahkan, membongkar kasus-kasus korupsi dan kasus-kasus besar lainnya. Eh tapi ternyata, bisanya menangkap satu nelayan dan penjual ikan, hanya warga kecil, yang hanya berniat membangun rumah untuk keluarganya dan anaknya,” sesal Wawan dengan nada satire.


“Ini kan apa-apaan? Kita khawatirnya muncul preseden buruk terhadap penegakan hukum kita kedepan, dimana hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke ‘bos-bos’,” katanya dengan nada keras.

Wan Daly  pun meminta agar mabes Polri dapat kembali mempertimbangkan dan memberikan kebijaksanaannya kepada Rasip. 

Ia meyakini bahwa kesalahan yang diperbuat oleh warga tersebut bukan dalam niatannya untuk melawan hukum, namun lebih  kepada ketidaktahuannya.

Pada intinya, kami berharap agar pihak kepolisian bijak lah dalam melihat hal ini, menurut saya masih ada jalan.(HM)