1 Juli 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Omicron Sudah Tersebar di 24 Provinsi RI

Spread the love

Jakarta | Tren24reportase.com-Kasus varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau varian Omicron telah menyebar di 24 provinsi Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes Kemenkes) mencatat penambahan kasus Covid Omicron terus meningkat sejak pertama kali diidentifikasi di Indonesia pada 16 Desember 2021.


Berdasarkan data per 21 Februari 2022 yang baru diunggah melalui situs resmi pada Selasa (22/2), kasus Omicron di Indonesia sudah mencapai 6.257 kasus, meningkat sebanyak 952 kasus dibandingkan laporan data pada 13 Februari lalu.

Dengan demikian, 10 provinsi lainnya tercatat belum mengidentifikasi varian ini. Mereka di antaranya adalah Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sejauh ini baru menetapkan lima varian yang masuk kategori ‘Variant of Concern’ (VoC), yaitu B117 Alfa, B1351 Beta, B1617.2 Delta, B.1.1.529 Omicron, dan P1 Gamma, dan sejauh ini hanya P1 yang belum teridentifikasi di Indonesia.

Dari laporan tersebut, varian Delta paling banyak ditemukan dengan jumlah 8.459 kasus di Indonesia, disusul varian Omicron 6.257 asus, kemudian varian Alfa dengan 83 kasus, dan varian Beta 22 kasus.
Seluruh kasus itu ditemukan melalui pemeriksaan Whole Genome Sequences (WGS) yang dilakukan terhadap total 19.226 spesimen. Jumlah pemeriksaan itu meningkat 976 dalam 10 hari terakhir.


Seluruh kasus itu ditemukan melalui pemeriksaan Whole Genome Sequences (WGS) yang dilakukan terhadap total 19.226 spesimen. Jumlah pemeriksaan itu meningkat 976 dalam 10 hari terakhir.

Berikut Sebaran provinsi dan temuan dari seluruh kasus varian yang diwaspadai di Indonesia.

Varian Omicron 6.257 Kasus
Sumatera Utara: 26 kasus
Sumatera Selatan: 5 kasus
Riau: 15 kasus
Lampung: 11 kasus
Bengkulu: 4 kasus
Kepulauan Riau: 9 kasus
Kepulauan Bangka Belitung: 16 kasus
DKI Jakarta: 4.595 kasus
Jawa Barat: 621 kasus
Banten: 469 kasus
Jawa Tengah: 151 kasus
Jawa Timur: 113 kasus
DI Yogyakarta: 35 kasus
Bali: 39 kasus
Nusa Tenggara Barat: 4 kasus
Nusa Tenggara Timur: 2 kasus
Kalimantan Barat: 2 kasus
Kalimantan Timur: 13 kasus
Kalimantan Selatan: 11 kasus
Kalimantan Tengah: 12 kasus
Sulawesi Utara: 11 kasus
Sulawesi Selatan: 8 kasus
Sulawesi Barat: 1 kasus
Papua: 84 kasus


Varian Delta 8.459 Kasus
Sumatera Utara: 201 kasus
Sumatera Barat: 75 kasus
Sumatera Selatan: 65 kasus
Aceh: 54 kasus
Bengkulu: 28 kasus
Riau: 158 kasus
Lampung: 7 kasus
Jambi: 241 kasus
Kepulauan Riau: 374 kasus
Kepulauan Bangka Belitung: 92 kasus
Banten: 131 kasus
Jawa Barat: 1.229 kasus
DKI Jakarta: 2.340 kasus
DI Yogyakarta: 132 kasus
Jawa Timur: 181 kasus
Jawa Tengah: 465 kasus
Bali: 399 kasus
Nusa Tenggara Barat: 68 kasus
Nusa Tenggara Timur: 118 kasus
Kalimantan Tengah: 41 kasus
Kalimantan Timur: 718 kasus
Kalimantan Utara: 76 kasus
Kalimantan Barat: 301 kasus
Kalimantan Selatan: 160 kasus
Sulawesi Selatan: 198 kasus
Sulawesi Barat: 40 kasus
Sulawesi Utara: 243 kasus
Sulawesi Tengah: 72 kasus
Sulawesi Tenggara: 20 kasus
Gorontalo: 30 kasus
Maluku: 74 kasus
Maluku Utara: 48 kasus
Papua: 55 kasus
Papua Barat: 24 kasus

Varian Alfa 83 Kasus
Sumatera Utara: 2 kasus
Riau: 1 kasus
Sumatera Selatan: 1 kasus
Lampung: 1 kasus
Kepulauan Riau: 10 kasus
DKI Jakarta: 38 kasus
Jawa Barat: 20 kasus
Jawa Timur: 4 kasus
Jawa Tengah: 1 kasus
Kalimantan Selatan: 1 kasus
Kalimantan Tengah: 2 kasus
Bali: 1 kasus
Nusa Tenggara Timur: 1

Varian Beta 22 Kasus
Jawa Barat: 3 kasus
DKI Jakarta: 12 kasus
Jawa Timur: 6 kasus
Bali: 1 kasus. (Red)