2 Juli 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

2 Kubu PC AW Belawan Klaim Soal Kebenaran, 2 Ribu Siswa Masih Jadi Korban

Spread the love

Belawan | tren24reportase.com – Menyikapi gunjingan publik di media sosial elektronik tentang gonjang-ganjing di tubuh Alwasliyah Belawan yang korbankan 2 ribu siswa, kubu kontra gelar temu Pers. Minggu (13/02/2022) pukul 14.00 Wib.

Dalam pertemuan di gedung SD Alwasliyah jln Paluh Perta Belawan itu terungkap kubu yang sedang bertikai masing-masing dihuni orang yang sudah menginjakkan kaki ke tanah suci Mekkah.

Kubu yang lakukan temu Pers yang dihadiri wartawan Medan Utara tersebut di bawah pimpinan Alustadz Drs. H. Asnawi Jamaluddin. Sedangkan kubu sebelah lawan di bawah pimpinan H. Sutiono.

2 kubu Pimpinan Cabang Alwasliyah (PC AW) Kecamatan Medan Belawan yang bertikai masing-masing kleam soal kebenaran.

“Masalah ini yang terjadi, mencampur adukkan masalah organisasi dengan pendidikan. Kalaupun ada keterkaitan tidaklah siswa jadi korbannya”.

Demikian dikatakan ketua PC Alwasliyah Kecamatan Medan Belawan, Alustadz Drs. H. Asnawi Jamaluddin melalui wakil bendaharanya Mhd. Y. Nugraha.

Pihak Sutiono mencoba melanggar AD/ART yang berlaku di organisasi Alwasliyah lanjut Nugraha. Mereka inginkan 3 periode dan minta di SK kan (Kepengurusan-red) tapi tidak dikabulkan Pimpinan Daerah Alwasliyah. Masalah tersebut masih bergulir di Pengadilan Mahkamah Agung dan belum inkracht, jelas Nugraha.

“Mereka (Kubu H. Sutiono-red) tidak dibolehkan menggunakan nama Alwasliyah, karena mereka tidak memiliki SK yang sah”, tambah Nugraha.

Sementara Alustad Drs. Asnawi Jamaluddin inginkan persoalan berjalan sesuai dengan aturan yang ada.

“Yang kita inginkan agar berjalan sesuai dengan aturan yang ada, kalau tidak bisa 3 periode kenapa harus dipaksakan. Kita selesaikan dulu masalah pendidikan, karena di sana ada siswa dan itu lebih penting”, kata Alustdz Asnawi yang bantah pihaknya rebutan jabatan kepala sekolah.

Sebelumnya kubu H. Sutiono melalui wakil ketua Badlun juga mengaku pihaknya benar.

“Khusus Cabang Belawan, 1 April 2018 yang lalu, tentang pemilihan kepengurusan Cabang Belawan Alwasliyah dimenangkan H. Sutiono dan kawan-kawan. Tapi sampai saat ini Pengurus Daerah tidak keluarkan SK atas hasil musyawarah itu”, kata Badrul.

Menurut PD Alwasliyah lanjut Badrul Alkholidi, ada pelanggaran PO yang mengatakan 2 periode tidak boleh menjadi pengurus cabang.

Kami datangi PD Alwasliyah untuk melakukan musyawarah ulang, namun tidak dikabulkan, bahkan PD membentuk pengurus sementara dan lain sebagainya. Parahnya lagi mereka membentuk musyawarah ulang dengan membentuk ranting-ranting di Belawan, jelas Badrul.

“Di tingkat Ibtidaiyah dan SD tidak ada masalah. Begitu pula di tingkat SMP dan Tsanawiyah, masalah sudah diselesaikan di Pengadilan. Kepala sekolah yang di SK kan PD Alwasliyah protes ke Pengadilan. Ternyata putusan pengadilan Negeri Medan menetapkan mereka (Nurwahabi dan Zulkifli-red) sebagai guru biasa, dan sudah dipekerjakan, tapi sampai sekarang mereka itu tidak masuk. Inilah yang menjadi kendala”, kata Badrul yang mengaku sebagai wakil PC Alwasliyah Kecamatan Medan Belawan.

Terpisah, masyarakat Belawan sesalkan PD, PW, dan PB Alwasliyah yang dinilai tidak tegas dan lamban tangani masalah internal.

“Benang kusut di tubuh PC Alwasliyah Belawan disebabkan lemahnya PD, PW, dan PB Alwasliyah. Masalah kecil bisa jadi besar, bahkan memalukan dengan golongan lain. Sebaiknya PD, PW, PB Alwasliyah yang diganti”, kata sejumlah ummat di Belawan. (Man)