26 Juli 2024

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Gara-Gara Rebutan Jabatan, Siswa/i Jadi Korban

Spread the love

Belawan, Tren24reportase.com – Beginilah kalau sudah haus jabatan, dampak kerugian tidak lagi dipikirkan, bahkan generasi Bangsa (Pelajar-red) ikut dikorbankan. Rabu (09/02/2022) pukul 11.30 Wib.

Seperti yang terjadi di Perguruan Al-Jam’iyatul Washliyah Kecamatan Medan Belawan. Siswa/i Ibtidaiyah, SD, SMP, MTs Diniayah, Tsanawiyah terpaksa diliburkan, alasannya tidak jelas.

Informasi yang dihimpun wartawan Medan Utara di lapangan menyebutkan, di sekolah yang kental dengan pendidikan agama itu terjadi sengketa jabatan Kepala Sekolah (Dua lisme-red). Bahkan permasalahannya sampai ke meja hijau.

Dualisme pimpinan Al Washliyah Kecamatan Medan Belawan tersebut berdampak kepada proses kegiatan belajar mengajar di Ibtidaiyah – SD – SMP 09 – MTs Diniyah 05 Jalan Selebes, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan. Aktivitas belajar mengajar tatap muka di perguruan itu dihentikan sementara.

“Saya tidak tahu siapa yang menempel pengumuman libur sekolah itu. Saya juga tidak tahu apa sebenarnya permasalahannya”.

Demikian dikatakan wakil ketua PC Al Washliyah Kecamatan Medan Belawan, Badrun ketika dikonfirmasi tren24repirtase.com melalui telephon selularnya. Rabu (09/02/2022) sekitar pukul 11.00 Wib.

Menurut Badrun, saat ini beberapa orang guru dan kepala sekolah pendidikan di bawah perguruan Al Jam’iyatul Washliyah Kecamatan Medan Belawan merasa ketakutan.

“Beberapa orang guru dan kepala sekolah di perguruan tersebut merasa ketakutan, karena ada yang mengatasnamakan Pengurus Besar Al Washliyah (Dari Jakarta-red) datang. Semua kepala sekolah di plt kan, termasuk Ibtidaiyah”, sambung Badrun.

Ketika ditanya kembali soal pertikaian di perguruan tersebut, Badrun mengaku tidak tahu pasti. Menurutnya (Badrun-red) soal kepala sekolah sudah diputuskan di Pengadilan.

“Semua kepala sekolah di Perguruan Al-Jam’iyatul Washliyah di plt kan, apa masalahnya kita tidak mengerti. Soal kepala sekolah sudah diputuskan di pengadilan, apalagi”, tandas Badrun.

Kisruh yang terjadi di tubuh Perguruan Al-Jam’iyatul Washliyah Kecamatan Medan Belawan dinilai tidak selesai di tingkat Daerah. Akibatnya kisruh tersebut ditingkatkan ke Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah di Jakarta.

Kisruh rebutan kekuasaan di perguruan Al Jam’iyatul Washliyah Kecamatan Medan Belawan itu korbankan siswa/i yang menimba ilmu. Sementara orangtua wali murid berharap anaknya segera dapat kembali masuk sekolah seperti biasanya.

“Soal murid-murid diliburkan saya tidak tahu, mungkin pembelajaran terhadap siswa dilakukan secara daring, seperti yang dianjurkan Pemerintah”, kata Badrun.(Man)