2 Juli 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Legislator PKS:Warga Positif Corona Bisa Tetap Isoman Di Rumah, Asal Pemerintah Jamin Tak Biarkan Pasien Tanpa Obat

Spread the love

Tren24reportase | Jakarta– Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati memandang isolasi mandiri bisa menjadi solusi bagi pasien positif Covid-19 baik tanpa gejala maupun gejala ringan. Asalkan, sistem isoman memang sudah siap dari hulu ke hilir.

Menurut Mufida, penerapan isoman di rumah berkaca dari pengalaman penanganan Covid-19 saat kasus positif meningkat akibat varian Delta. Karena itu, ia meminta pemerintah menyiapkan penanganan dengan lebih baik bagi pasien positif yang memilih isoman.

“Isoman bisa dilakukan dengan syarat pemerintah tetap memenuhi hak kesehatan masyarakat. Jadi dijamin tidak dilepaskan begitu saja,” kata Mufida, Senin (31/1/2022).

Ia pun meminta protokol isoman mulai dijalankan dengan layanan telemedicine yang bagus. Selain itu, sosialisasi akan mangaat telemedicine juga perlu digencarkan

“Masih banyak yang belum tahu alur telemedicine yang resmi oleh pemerintah agar terpusat dan tidak salah konsultasi atau bahkan lebih parah bisa dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggungjawab dengan memanfaatkan situasi darurat masyarakat,” katanya.

Melalui layanan telemedicine, ia meminta jaminan pasien isoman tetap mendapatkan ketersediaan obat dengan cepat. Menurutnya, pemerintah harus memastikan distribusi obat untuk pasien isomqn terjangkau ke setiap wilayah.

“Pastikan ada monitoring harian bisa memaksimalkan tenaga kesehatan dan medis di semua tempat dan lini daerah di bawah koordinasi Puskesmas setempat sehingga ada pemantauan kondisi pasien isoman secara intensif. Lewat pemantauan rutin ini perlu dipersiapkan juga jaminan tindakan cepat dan segera rujuk ke RS jika kondisi menjadi berat,” tuturnya.

Kesiapan layanan pendampingan pasien isoman, lanjut Mufida seharusnya sudah mulai diujicobakan dan sudah siap. Mengingat saat ini kasus positif Covid-19 mulai terjadi kenaikkan.

“Catatan besarnya sistem ini harus siap diimplementasikan di seluruh Indonesia. Belum meratanya fasilitas kesehatan harus diakui jadi problem tersendiri tapi seharusnya ada alternatif solusi bagi wilayah-wilayah yang punya karakteristik dan tantangan dalam implementasi telemedicine dan pendampingan pasien isoman,” imbuh dia.(Nda/Red)