16 Mei 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Kasus Omicron 2 Orang Meninggal, Dinkes DKI: Jangan Anggap Enteng!

Spread the love

Jakarta | Tren24reportase.com – Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia pun mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap enteng Covid-19 varian Omicron, terutama kelompok rentan. Hal itu dia sampaikan menyusul adanya dua kasus pertama pasien Omicron yang meninggal di Indonesia.

Setelah mendapati dua kasus pertama kematian pasien Covid-19 varian Omicron, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan penanganan medis terkait varian tersebut akan sama dengan varian lain.

“Penanganan medis untuk varian Omicron prinsipnya sama dengan varian lain. Adanya kasus meninggal membuat kita tidak boleh menganggap enteng Omicron, apalagi kelompok rentan,” kata Dwi , Minggu (23/1/2022). Masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan segera mendapatkan vaksin dosis ketiga atau vaksin booster yang sudah berlangsung dalam beberapa hari terakhir. “Bagi bagi warga yang memiliki keluhan didorong untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan, melakukan swab. Apabila menderita Covid-19, isolasi dengan baik dan patuh,” ujarnya.

Pemerintah sendiri akan terus melakukan tracing secara masif serta tes terhadap orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Sementara itu, kasus Omicron di DKI Jakarta terus bertambah, totalnya menembus 1.313 kasus per Sabtu (22/1/2022). Dari 1.313 orang yang terinfeksi, sebanyak 854 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), sedangkan 459 lainnya adalah transmisi lokal.

“Masyarakat harus mewaspadai penularan Varian Omicron yang kini terus meningkat di Jakarta,” kata Dwi dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/1/2022). Varian Omicron yang menyebar cepat menyebabkan kasus Covid-19 di Ibu Kota naik signifikan. Berdasarkan data Dinkes DKI, kasus positif bertambah 1.825 orang pada Sabtu (22/1) sehingga totalnya menjadi 877.568 kasus. Penambahan kasus positif itu diketahui dari tes PCR terhadap 23.282 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 22.117 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.825 positif dan 20.292 negatif. Selain itu, jumlah kasus aktif di Jakarta per Sabtu (22/1) naik sejumlah 1.364 kasus, sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 7.840 (orang yang masih dirawat/isolasi). “Perlu digaris bawahi bahwa 5.890 orang dari jumlah kasus aktif (75,1 persen) merupakan transmisi lokal, sedangkan sisanya adalah pelaku perjalanan luar negeri. Sementara itu, kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini bertambah 1.825 orang sehingga total 877.568 kasus, yang mana 1.528 di antaranya (83,7 persen) juga merupakan transmisi lokal,” jelasnya. (Red)