25 Februari 2024

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Lampu Suar Sirna, Nelayan Cemaskan Pelayaran Di Perairan Belawan

Spread the love

Belawan | tren24reportase.com – Pelayaran di sekitar perairan Belawan cemaskan ribuan perahu nelayan Medan Utara dan kapal ikan Gabion Belawan. Bagaimana tidak, perairan di wilayah pertengahan pantai Barat dan Timur itu tidak memiliki rambu-rambu lalu lintas kapal. Jum’at (21/01/2022) pukul 10.20 Wib.

“Kami nelayan yang setiap hari keluar masuk dari muara Deli menuju pantai Barat ataupun Timur (Lokasi tempat menjaring ikan-red) sangat khawatir melintas di perairan Belawan itu, masalahnya lampu-lampu sebagai tanda jalan di sana tidak ada”.

Demikian dikeluhkan Rahim (46) nelayan Pekan Labuhan saat membawa tim wartawan Medan Utara investigasi lapangan.

Dikatakannya tidak sedikit perahu nelayan yang kandas di daerah beting akibat tidak adanya lampu.

“Ratusan perahu nelayan dan kapal ikan Gabion Belawan kandas saat melintas di perairan Belawan itu, parahnya lagi saat melintas pada malam hari (Pulang melaut-red). Hal itu disebabkan tidak adanya lampu suar sebagai tanda lalu lelang perahu atau kapal nelayan”, keluh Rahim.

Alat bantu navigasi yang dipasang pada perairan tertentu, bertujuan supaya kapal bisa memasuki wilayah pelabuhan atau sungai.

Keberadaannya sangat vital sebagai rambu-rambu sehingga dapat membantu para navigator dalam memilih alur pelayaran yang akan dilalui.

Fungsi dari lampu suar untuk memberi kelancaran keluar masuknya kapal waktu malam hari. Rambu-rambu tersebut akan menunjuk jalan, dan kapal tidak boleh lepas dari jalur yang sudah ada, karena bisa kandas.

Selain itu, rambu-rambu lalu lintas kapal sebagai keamanan para perahu nelayan dan ataupun pelayaran saat berpapasan. Resiko tidak adanya rambu-rambu tersebut sangat rentan terhadap ribuan nelayan yang lalu lelang di daerah perairan Belawan tersebut, bahkan nyawa nelayan terancam karenanya.

Pengadaan rambu-rambu lalu lintas kapal ataupun perahu dan kapal ikan nelayan di perairan Belawan tersebut merupakan wewenang Distrik Navigasi Sumatera Utara. Belum diketahui alasan pihak terkait itu atas keluhan ribuan nelayan terhadap tidak adanya lampu suar di daerah-daerah vital terutama di pinggiran alur perairan Belawan.

Kepala Distrik Navigasi Sumatera Utara belum berhasil dimintai keterangan. (Man)

About Post Author