16 Mei 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Anak Rantau Dari Jaya Pura Dilantik Jadi Kades Oleh Bupati Mamuju

Spread the love

Papalang Mamuju | tren24reportase.com-Tak ada rotan akar pun jadi itulah yang terjadi dan menjadi viral suatu kenyataan desa toabo kecamatan papalang kabupaten mamuju.

Seorang Anak rantau bernama H.Sudirman berpetualang mencari nafkah dengan berpuluh-puluh tahun hidup dirantauan orang tepatnya di Jayapura provinsi papua, lalu berkeinginan kembali hijrah dan masuk di Sulawesi barat mengikuti jejak keluarga beliau, dan kembali gabung bersama keluarganya besarnya yang ada di desa toabo.

H.Sudirman kembali berpetualang di negri sawit tepatnya diToabo Kecamatan Papalang Mamuju, H.Sudi sapaannya hanya beberapa tahun berdomisili di Toabo. Masyarakat dan pada umumnya pendatang dari tanah Bugis serta suku mandar dan jawa meminta kepada H.Sudi agar menjadi orang nomor satu diToabo dengan harapan Warga Toabo bisa lebih Sejahtera dari sebelumnya.

Dan bukan hanya keinginan warga Toabo menjadikan dan mengangkat derajat beliau H.Sudi sebagai Kepala Desa tentu pula kedepan ini beliau kita mantapkan sebagai Anggota DPRD, bahkan jika andaikata ada peluang Untuk (DOB) pemekaran Kabupaten Kalukku kamipun siap Untuk mengusung beliau Sebagai Bupati Kalukku dan tidak ada yang tidak mungkin jika Allah Swt berkehendak lain karena rejeki itu tak akan ada satupun manusia didunia yang dapat menukarnya jika rejeki itu sudah ada dalam genggaman.

H.Sudirman diterima khalayak masyarakat Toabo karna kemuliaannya beliau berhati mulia dan tidak memandang suku siapapun dia dan dari kalangan manapun. Kita ketahui semua bahwa di desa toabo ini berbagai suku yang ada kata H.Sudirman, Disisi lain bahwa kami ini disini berada di negeri orang tapi tidak merasa diri pendatang karena disini Toabo maksudnya pada pendatang semua jadi tentu kita tonji sendiri yang jaga ini kampung. Kami itu disini bersatu orang-orang Bugis atau mandar yang ada diToabo mulai dari kaluku, trailu, Papalang kami satu pinang dan tidak akan terbelah dua. (Arief Sulbar)