18 Mei 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

SMAN 1 Rengasdengklok Jual Buku LKS Hingga Raup Uang Ratusan Juta, Dana BOS Kemana?

Spread the love

Karawang | Tren24reportase.com-Budaya sekolah yang seperti sudah mendarah daging di SMA Negeri 1 Rengasdengklok, kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada setiap kali masuk tahun ajaran baru yakni adanya pungutan sejumlah uang kepada siswa-siswi yang dilakukan oleh pihak sekolah, januari 18/1/2022

Seperti pengadaan pakaian seragam olahraga plus bayar bangunan yang masih dianggap wajar. Namun hal itu kerap kali dikeluhkan oleh para orang tua siswa siswi.

Seperti diketahui bahwa dimasa pandemi covid-19 seperti sekarang ini, kondisi ekonomi terbilang morat marit. Namun, siswa-siswi harus dibebani dengan pembelian buku LKS. Seperti yang terjadi di kelas dua belas (Xll) SMA Negeri 1 Rengasdengklok dengan nominal uang pungutan berkisar Rp290 ribu persiswa.

Hasil rangkuman awak media tren24reportase.com, narasumber dan hak jawab dari berbagai pihak hingga diterbitkan judul berita yaitu sekolah jual buku LKS oleh salah satu media online.

Dampak pemberitaan sekolah SMAN 1 Rengasdengklok jual buku LKS tersebut, reaksi kepala sekolah pun murka. Polemik beredar chat WhatsApp Jaji Hanuji Kartaatmaja S.Pd yang merupakan Kepsek SMAN 1 Rengasdengklok.

“Baca ku sia, jangan macam-macam ku somasi kau” begitu bunyi chat WhatsApp Kepsek yang beredar,

Namun, ketika insan pers akan mengklarifikasi apa arti chat diatas Kepsek Jaji tidak ada di ruang kantor kerjanya.

Alih-alih semua imbauan Wakil Bupati Karawang Tidak digubris oleh pihak sekolah SMAN 1 Rengasdengklok Karawang.

Di ruang kantor sekolah, Dadang selaku humas sekolah dan Nana selaku wakil kepala sekolah, berdalih bahwa semua statement Wakil Bupati itu tidak berfungsi.

“Itu cuma hanya sebatas imbauan saja tidak berarti apa-apa, nihil tak ada sanksinya,”Ujar Dadang,

Lanjutnya, siswa-siswi kelas 10-11-12 dengan jumlah keseluruhan 1143 siswa/i diarahkan agar membeli buku LKS dengan cara nebus di koperasi sekolah. Itupun dikatakannya atas seizin pihak saber pungli.

Kami selaku guru tidak bisa menjabarkan terlalu jauh, karena yang lebih berhak menjelaskan secara detail adalah kepala sekolah yaitu pak Jaji,”katanya

Dari hitungan sementara dana hasil penjualan buku LKS yang di beli oleh 1143 siswa/i kurang lebih mencapai Rp250 juta.Pertanyaanya apakah buku LKS tidak didanai dari dana BOS?

Pemberitaan memang bukan salah satu laporan formal, namun setidaknya Satgas Saber Pungli Polda Jabar mempunyai hak koreksi atas bunyi dalam isipemberitaan ini. (Agus)