7 Juli 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Pemimpin Itu Tidak Terlahir Dari Genetik Keturunan Tapi Di Bentuk Dari Proses Pembiasaan Diri

Spread the love

Tren24reportase.com | Adonara Flores Timur-Wakil Bupati Flores Timur Agus Payong Boli,SH MH mengatakan kepada sejumlah awak media usai penyerahan dan penandatanganan program ‘Mulok’ kepada plt . Kadis PKO Kabupaten Flotim . Hadir juga dalam acara HUT PGRl dan HGN ini Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Flotim Bapak Martinus Tupen Payon juga Ketua Yapersugtim Romo Thomas Labina . “Sejauh ini mutu pendidikan di flotim baik, hanya saja dalam penerapan virtualisasi pembelajaran masih butuh banyak guru harus berbenah diri dalam mengikuti polah pendidikan virtual ini, karena dalam sutuasi pandemi covid 19 ini tidak lagi pembelajaran secara manual tapi virtualisasi hingga kondisi ini memaksa para guru harus terus berbenah diri dalam menggunakan peralatan digitalisasi pembelajaran terhadap anak didiknya masing masing, karena saat kini kita berada dalam era 5.0(five point zero) untuk itu kita dituntut harus mengikuti perkembangan digitalisasi iptek ini”,urai Agus Boli .

Kembali menjelaskan perjalanan upaya Agus Boli bersama kawan kawannya untuk menaikan Muatan Lokal untuk di jadikan pokok pelajaran yang harus di ajarkan untuk generasi anak Lamagolot ke depan pada tahun pengaran baru nanti . Mulok dimasukan dalam program pengajaran bagi sekolah sekolah di kabupaten Flotim ini adalah target dan upaya dari Agus Payong Boli yang kala itu masih di DPRD Flotim tahun 2015 dan seiring perjalanan waktu diskusih mulok ini melibatkan Romo Tomas Labina lima tahun lalu dan baru tahun 2021 ini berhasil disahkan lewat perbub 45 tahun 2021 yang adalah perbub pertama di lndonesia untuk Kabupaten Flores Timur .

Ada tiga item jadi target sasar dalam mulok ini yaitu Kepemimpinan, Leadership dan ke tiga adalah kewirausahaan; sementara mulok sebelumnya yang dikukuhkan lewat perbub nomor 8 tahun 2015 itu terbatas pada situs budaya lamaholot dengan pakaian adat etnis daerah namun kali ini lebih meluas lagi pada bahasa adat lamaholotpun akan dijadikan bahan pengajaran di sekolah sekolah di Kabupaten Flores Timur . Secara terpisah tren24reportase.com melakukan wawancara kepada ketua Yapersugtim Romo Tomas Labina terkait beberapa guru yang sering berkeliaran di kawasan pertokoan di Larantuka saat jam dinas menanyakan harga bahan bangunan, ketua Yapersugtim mengatakan bahwa “Keberadaan guru tersebut sesungguhnya sudah menyalahi tupoksinya dan jika guru itu mungkin saja diberikan tugas tambahan pun sebaiknya jangan pada jam jam mengajar di kelas, karena lokus nya saja sudah berbeda”,terangnya . Kembali merefleksi pada pesan ibu Hasriana Wardani dalam pesan beliau bahwa “Jika seorang guru memulai segala kegiatannya dengan ‘Hati Tulus’ maka dengan sendirinya kesadaran murnih terlahir dari bathinmu yang luhur dan mulia otomatis terkoneksi dengan rasa tanggungjawab mu sebagai seorang Guru”,urainya . Kembali pada persoalan Perkembangan zaman yang mana para Guru terlahir dari generasi manual dan anak anak terlahir dari zaman Now alias jamannya Digital maka para Guru saat kini dituntut oleh zaman Now bahwa perkembangan perubahan Digitalisasi ini kita sebagai Guru maka Harus mampu untuk masuk dalam era digitalisasi ini karena tuntutan profesi sebagai “Guru”.

Walau kenyataannya bahwa Sesungguhnya Guru ini harus memerdekakan dan membebaskan manusia tapi jujur saya katakan bahwa Bagaimana Guru ini bisa memerdekakan dan membebaskan manusia sementara Guru ini dalam keadaan terbelenggu…?, terbelenggu dalam kesejahteraannya, terbelengguh dalam kehidupan keluarganya yang masih belum merdeka….? Apa lagi disebut “Sejahtera”….? Jalan keluarnya adalah Guru ini harus terbebaskan dan merdeka terlebih dahulu baru bisa memerdekakan anak didiknya . Usaha dari internal faktor dengan eksternal faktor dan akan sangat mustahil jika hanya dari eksternal faktor yang memerdekakan dan membebaskan seorang Guru dari Belenggu ini, hingga menurut Romo Tomas berharap kepada pemda Flotim agar segera melakukan target terpenting terhadap para guru yang juga adalah target prioritas pemda Flotim . (Bernard)