27 Mei 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Hutan Mangrove Belo Laut dilindungi dunia Dan Dirusak Oknum Tak Bertanggungjawab “Dimana APH Berada” ?

Spread the love

Bangka Barat, Tren24reportase.com – Kerusakan hutan mangrove diwilayah Belo Laut, lebih tepatnya di Dusun 3, RT. 01 desa Belo Laut ,kec. Mentok kab.Bangka Barat akibat aktivitas penambangan pasir timah dilakukan oleh oknum masyarakat yang tidak memperdulikan lingkungan maupun aturan hukum yang berlaku di Indonesia. meraup keuntungan dari perusakan lingkungan menjadi alasan kebutuhan ekonomi yang harus dipenuhi.

Berdasarkan hasil pantauan Tim 7 T24R di lokasi pada hari Sabtu, 13/11/21, hutan Mangrove Belo nampak jelas terlihat kerusakan yang sangat parah dan nyaris bisa dikatakan sudah tidak layak lagi disebut “Hutan Mangrove”.

Puluhan bahkan ratusan orang mengatas namakan masyarakat bersama-sama melakukan penambangan tanpa payung hukum dan menyebutkan Tambang Invensional (TI) sejenis User-user ini juga di sebut Tambang Rakyat, alat kerja yang digunakanpun cukup sederhana.

Hutan Mangrove yang seharusnya dilindungi dunia, tetapi malah dijarah dan dirusak oleh para penambang timah yang tidak bertanggung jawab, tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi di daerah tersebut.

Mirisnya, tidak ada peringatan atau bahkan penertiban TI user-user dari APH setempat, yang seharusnya menertibkan kegiatan ilegal ini.

Kegiatan penambangan ini dapat dikenakan hukuman sebagaimana dijelaskan dalam UU terkait hutan mangrove UU no 41/1999 tentang kehutanan, UU no 26/2007 tentang penataan ruang, UU no 27/2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau – pulau kecil dan UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. (Aan Permadi)