18 Mei 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

DPC APRI Bangka Soroti Kinerja PIP Mitra PT Timah di Laut Muara Air Kantung Sungailiat

Spread the love

Bangka | Tren24reportase.com-Berdasarkan hasil pantauan media Tren24reportase.com di lokasi penambangan timah laut muara air kantung Sungailiat yang termasuk dalam wilayah izin usaha penambangan (WIUP) Daerah Usaha (DU) 1548 milik PT Timah Tbk, terdapat aktivitas belasan ponton isap produksi (PIP) yang sedang beroperasi melakukan penambangan bijih timah oleh pihak CV TIN dan CV Camorra. Rabu (10/11/21) siang.

Informasi data yang dihimpun Tren24reportase.com, kedua CV tersebut adalah mitra PT Timah berdasarkan surat perintah kerja (SPK) yang dikeluarkan oleh Kepala Unit Laut Bangka. Sebagaimana yang tercantum dalam SPK, untuk operasi produksi CV Timah Indo Nagari menggunakan tiga (3) unit PIP, sedangkan CV CAMMORA lima (5) unit PIP.

Diketahui, dari belasan PIP yang beraktivitas di lokasi penambangan milik CV CAMMORA hanya ada 3 PIP dan sisanya belum diketahui bernaung di CV apa. Kalau berdasarkan SPK yang ada CV.TIN seharusnya 3 PIP.

Menurut keterangan Fauzie selaku kuasa CV CAMMORA, ia mengeluhkan ada semacam kesimpang siuran ketika melakukan penambangan di lokasi dan tidak mendapat panduan sama sekali dari pemegang WIUP, jadi kami mencari sendiri titik koordinat walaupun diberi semacam blok Rencana kerja (RK).

Ketika kami kerja dilapangan melakukan eksplorasi dan eksploitasi, sepertinya dihambat oleh mitra di dekat kami dan nelayan, ini yang membuat kami kesulitan dalam melakukan penambangan, ungkapnya dihadapan tren24reportasecom, Rabu (10/11/21) sore.

Ia juga melanjutkan, akibat dari kesimpang siuran tidak adanya panduan dari pemegang IUP, sesuai RK yang diberikan pihak Timah tapi diprotes oleh nelayan setenpat karena dekat dengan alur keluar masuk perahu dan kolej nelayan . jelas kami pihak CV CAMMORA merasa dirugikan karena tidak dibimbing atau dipandu, padahal kami juga jelas sudah memberikan kompensasi ke masyarakat sebesar 20 persen, imbuh Fauzie.

DPC APRI Kab. Bangka menampung keluhan CV. CAMORRA, Terkait keluhan yang disampaikan oleh pihak CV CAMMORA ini, maka menjadi sorotan besar dari Agus Eko selaku ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (DPC APRI) Kabupaten Bangka.

Agus Eko mempertanyakan aturan tentang sistem penambangan di lokasi DU 1548 di laut muara air kantung depan nelayan 1 dan 2 Sungailiat kepada pihak PT Timah selaku pemegang IUP.

“Kami lebih merujuk menanyakan kepada pengawas PIP PT Timah atas keluhan yang disampaikan ke kita, tentang adanya SPK yang keluar diwajibkan 5 dan ada yang 3 PIP”. Ucap Agus ketika diwawancara media Tren24reportase.com. Rabu (10/11/21) sore.

“Tetapi fakta di lapangan mereka bekerja lebih dari 5 PIP, yang saya pertanyakan adalah bagaimana tanggung jawab dari Was PIP PT Timah tetang aktivitas tersebut, artinya ada dalam hal ini negara dirugikan ketika yang resminya 5 tetapi yang beroperasi lebih dari 5, itu yang kami soroti saat ini berdasarkan laporan dan pantauan kami juga di lapangan”, Sambung Agus.

“Dalam beberapa hari ini kami memantau dan menanyakan dari berbagai macam sumber, bahwa di wilayah lokasi tambang tersebut ada namanya RK yang diberikan pihak pengawas PIP PT Timah kepada setiap mitra, salah satunya adalah CV Cammora”, tutur Agus.

Dalam hal PT.Timah menerbitkan RK, apakah memang ada prosedural di dalam PT Timah itu sendiri tentang RK tersebut, ataukah ini hanya akal-akalan oleh pihak pengawas PIP saja. Tegasnya. (Een)