18 Agustus 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Terjadi Tindak Kekerasan Anak Dibawah Umur Di SDN 02 Pejagan

Spread the love

Brebes/ tren24reportase.com – jum,at, 05/11/2021/ Dua Bocah Yang Masih Duduk Di kelas 5, SDN 02 Pejagan Kecamatan Tanjung kabupaten Brebes mengalami tindakan kekerasan. Kedua Bocah tersebut diduga telah dianiaya oleh Asep. (orang tua) Nanda kelas 4.

Kronologi kejadian menurut keterangan dari Nenek si korban, Sigit yang masih duduk di kelas 5 SDN 02 Pejagan telah di cekik lehernya oleh Asep dan di bentur-benturkan kepalanya ke tembok, ungkap sang Nenek Sigit.

Dan Asep, warga Pejagan Rt 01 Rw.03 kecamatan Tanjung kab.Brebes, menurut Sigit Bocah SD kelas 5 yang dianiaya oleh Asep, menurutnya jadi sasaran oleh pelaku yang saya pun tidak tahu apa-apa dan tahu-tahu orang tua Nanda yang bernama Asep langsung mencekik leher saya dan kepala saya langsung di bentur-benturkan ke tembok, ujar Sigit.

Lanjut Sigit menceritakan pada awak media, Saya di tuduh membuly anaknya, padahal saya tidak mengerti dan saya juga tidak pernah merasa membuly yang namanya Nanda.

Nanda adalah anak dari Asep warga Pejagan Rt.01 Rw.03 kecamatan Tanjung, Kab.Brebes. Tahu-tahu pagi itu pas saya berangkat kesekolah orang tua Nanda marah dan langsung mencekik leher Saya dan saya langsung di bentur-benturkan ke tembok. Dan sama teman saya juga dicekik juga yang bernama Rendiansah, ucap Sigit.

Di tempat terpisah, Rendiansah bocah yang masih duduk di bangku kelas 5 SD juga mengalami kekerasan serupa. Rendi anak dari ibu Tonah juga menceritakan kejadian yang dialaminya. Kalau Saya di cekik lehernya terus kepala saya di angkat serta mulut saya ditinju, ucap Rendi.

Sementara para orang tua korban sangat menyayangkan jika hanya persoalan anak-anak di sekolah ledek ledekan ya lumrah, namanya juga anak-anak,
dan tidak seharusnya orang tua ikut campur, apalagi sampai menghajar dan mencekik leher anak-anak. Yang namanya anak-anak sih didatangi dan ditakut-takuti juga pasti takut sendiri dan tidak harus mengunakan kekerasan.

Esok harinya Sabtu 6/ 11/2021 Para orang tua Korban pun kembali mendatangi ke sekolahan SDN 02 Pejagan Dan Di datangkan nya Sodara Asep ortu sdri.Nanda,yang Diduga telah menganiaya kedua Bocah tersebut Dan Dilakukannya upaya pemediasian Dan sdr.Asep dimintai pertanggungjawaban Namun tidak Dapat terselesaikan Namun dari salah Satu Pihak Wali kelas 4 SD. Sdr.Aris (guru honorer) Yang Mewakili kepala Sekolah( dikarenakan masih kurang sehat) pemediasian tersebut menyarankan sdr.aris wali kelas 4 SD.Agar ranah persoalan ini Di selesaikan ke Balai Desa.padahal sebelum ortu sdri.Nanda datang,sdr.Aris bilang biar permasalahan ini bisa di seleseikan di sekolah secara kekeluargaan.tapi nyatanya tidak sesuai ungkapnya,malahan sdr.aris condong ke sdr.asep ortu dari sdri.Nanda.yang seharus nya sdr.aris menengah nengahi permasalahan ini.ungkap kesal,sdr.umar.(ortu Rendiansyah)

Rasa kecewa yang dialami Para orang tua korban Yang mana Seharusnya persoalan ini Minta di selesaikan Di sekolahan Justru Harus ke desa Sementara Kasus ini dari pihak orang tua Belum melapor Kejadian ini ke pihak yang Berwajib.

Namun Pada Saat kepala Sekolah Dikonfirmasi di ruang kerjanya ia tak dapat memberikan komentar Banyak, Maaf Mas Saya tidak Bisa memberikan komentar Banyak Karna Hal ini Saya tidak tahu menahu Soalnya saat kejadian itu Saya tidak Ada di sekolah Dan Saat ini pun keadaan Saya Masih lg kurang Sehat Maka Sekali lagi Saya minta maaf karna saya tidak Dapat berkomentar banyak,Kata Kepala sekilah,SDN 02 Pejagan. (Edi. S)

About Post Author