10 Agustus 2022

Tren24Reportase

Mengungkap Fakta Sampai Tuntas

Peluncuran Buku dan Penobatan lbu Connie Rahakundini Bakrie Menjadi Perempuan ‘Lamaholot’

Spread the love

Tren24reportase.com | Adonara Flores Timur-Dalam rangka mengidentifikasi Perjuangan dan kekuatan marwah para pahlawan lokal, ibu Connie memilih Desa Lamahala sebagai second villager (kampung halamannya ke dua). Ibu Connie menggandrungi Budaya sejak kecil ini juga sebagai Analis atau Pengamat Militer dan Pertahanan di Republik ini . Sebuah Agenda akbar telah terlaksana dengan baik tentang kultur ini digelar di dua tempat, kota Ambon dan desa Lamahala Adonara Timur pada hari minggu,07 November 2021 .

Sambutan masyarakat Lamahala dalam ritual adat Adonara dibarengi dengan acara peluncuran buku “Kepak Cinta Pengawal Langit” yang mengisahkan perjalanan cinta seorang putri raja yang terbunuh hingga dengan nekad dan tekadnya mencari pembunuh suaminya dalam menapaki proses pertapaan dengan bertekad harus dapat mengembalikan “Cintanya yang dibunuh” dengan bakal bermandikan darah dari si pembunuh suami sang putri Raja ini .

Sekilas isi buku Kepak Cinta Pengawal Langit yang dipercayakan oleh ibu Connie kepada Bara Pati Radja untuk meramu kisah perjalanan cinta seorang Putri Raja yang terlupakan dalam daftar pahlawan Lokal saat kini . Dr.Connie beserta rombongan di kalungi selendang adat Adonara ‘Senaè’ ‘ oleh Tokoh adat Bellèn teloh juga kapitan bellèn bersama imam masjid Lamahala. Penobatan ibu Connie sebagai Perempuan Lewotanah Salam Lamahala ini dengan di sarungi sarung adat Adonara(kwatek) oleh ibu Siti Saleha .

Dalam sambutan sekapur sirih Dr. Connie Rahakundini Bakrie mengatakan “Sungguh sebuah kehormatan bagi saya telah dinobatkan sebagai INA BINE lewoh Salam Lamahala dan sebagai Sedo Timu Rera Gere yang artinya perempuan Bintang dari timur , Tanah ini akan menjadi Rahim Ketuban yang telah melahirkan saya kembali sebagai ‘Sedo Timu Rera Gere’ adalah manusia baru bagi saya,” dilanjutkan dengan lantang “Kewatèk atau sarung adat yang telah membalut raga saya akan menjadi jalan Kesejukan dan Kedamaian dan bahwa laksana Air kehidupan harus tetap terus mengalir dan terus menyejukan Tanah Tadon Adonara terus menjadi bagian dari setiap jejak perjalananku” tegas Connie.

Bara Pattyradja selaku editor menjelaskan bahwa Buku ini secara spesifik mengisahkan Peran kaum Perempuan tangguh dalam gelanggang sejarah Peradaban Bangsa dengan sederet Tokoh berpengaruh yang telah menyulut api pemikiran intelektual seorang Connie Rahakundini Bakrie, bersama Tokoh perempuan tangguh dunia seperti zaman Cleopatra, Ratu Shima dari Kalingga, hingga Rainha De Jepara”, Kisah bara penuh semangat . Hadir sebagai Narasumber dalam momentum akbar ini diantaranya Dr. Connie Rahakundini Bakrie (analis muliter dan pertahanan), Kadis P&K Provinsi NTT Linus Lusi,S.Pd,M. Pd , Lukas Luwarso (jurnalis) Bara Pattyradja(penyair ),Ikhsan Tualeka (founder indoeast network) Rudy Tokan mewakili Tokoh Muda NTT dan Hadir sebagai Penanggap Muhammad lkram Ratuloli anggota DPRD Kabupaten Flores Timur, Kadis Pariwisata Petrus Pemang Liku,S.Sos,MT .

Acara bergengsi diwarnai dengan Art Perfomance dari berbagai seniman muda Flores Timur, juga menampilkan monolog illuvia disajikan secara dramatis oleh Nanda Harun . Dalam sambutan Kepala Dinas Pendidikan Nusa Tenggara Timur mengatakan “Saya mewakili Bapak Gubernur NTT menyambut baik acara ini, dan ini juga merupakan sebuah manifestasi menghidupkan tradisi literatur di NTT; dan Kepak Cinta Pengawal Langit menjadi relevansi dengan NTT yang berada di wilayah perbatasan dengan Timor leste dan juga ini adalah atmosfir bagi kaum milenial”,terang Lusi . Pada penghujung diskusi buku ‘Kepak Cinta Pengawal Langit’ ikhsan Tualeka berharap bahwa Agenda semacam ini bisa menjadi festifal tahunan di NTT sebagai ruang untuk mengedukasih anak anak muda dalam menelorkan potensi dan kreativitas mereka .Bernard Nara

About Post Author